KECUKUPAN GZI PADA ANAK SEKOLAH

12 hours ago 7

I. PEDOMAN GIZI SEIMBANG (PGS)

Slogan “4 Sehat 5 Sempurna yang merupakan anjuran makan sehat telah diperkenalkan sejak tahun 1952. Saat ini dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam bidang gizi,slogantersebut sudah tidak menjadi acuan utama lagi. Sejaka tahun 1990 kita mengenal Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). Saat ini berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Pedoman Gizi Seimbang,merupakan panduan pola hidup sehat dengan gizi seimbang.

Gizi Seimbang didasarkan pada prinsip 4 pilar, yaitu mengkonsumsi pangan beranekaragam,membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat,mempertahankan dan memantau berat badab normal dan melakukan aktifitas fisik,serta menjaga kebersihan. Dalam Tumpeng Gizi Seimbang ada empat lapis berurutan dari bawah ke atas,dan semakin keatas semakin kecil.

Undang-Undang No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan telah mengamatkan upaya perbaikan gizi untuk meningkatkan mutu gizi perorangan dan masyarakat,antara lain melalui perbaikan pola konsumsi makanan; serta peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi sesuai dengan kemajuan ilmu pemgetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pangan yang aman,bermutu,dan bergizi bagi konsumsi masyarakat. Kondisi saat ini di Indonesia khususnya pada anaka-anak,masih mengalami masalah gizi ganda (double burden), yaitu kekurangan gizi dan kelebihan gizi. Berdasarkan hasil utama Survei Status Gizi Indonesia tahun 2022 Prevalensi Stunting nasional menurun dari 24,4% ditahun 2021 menjadi 21,6% di tahun 2022, Prevalensi Wasting meningkat dari 7,1%  menjadi 7,7% di tahun 2022,Underweigth 17.0% ditahun 2021 dan di than 2022 meningkat menjadi 17,1% dan Overweight tahun 2021 3,8% turun menjadi 3,5% di tahun 2022.

Pertumbuhan dan perkembangan seorang anak salah satunya dipengaruhi oleh zat gizi yang dikonsumsi sehari-hari. Awalnya usia 4 tahun anak sdh mengenal dunia pendidikan sejak Paud,mulaiberkanalan dengan suasana,lingkungan dan kebiasaan baru dalam kehidupan makan anak. Aktifitas yang tinggi mulai dari sekolah,kursus,mengerjakanpekerjaan rumah (PR) dan mempersiapakn pekerjaan untuk esok harinya,membuat stamina anak cepat menurun kalau tidak di tunjang dengan asupan pangan dan gizi yang cukup dan seimbang. Agar stamina anak sekolah tetap bugar selama mengikuti kegiatan di sekolah. Energi dari sarapan untuk anak-anak dianjurkan berkisar 1/3 dari kebutuhan energy per hari.

Pentingnya mengkonsumsi makanan selingan selama disekolah adalah agar kadar gula darah tetap terkontrol baik,sehingga anak tetap konsentrasi terhadap pelajaran dan dapat melaksanakan aktifitas lainnya. Kecukupan zat gizi seseorang diantaranya dipengaruhi oleh umur.Golongan umur 10-12 tahun, 13-15 tahun dan 16-18 tahun kecukupan zat gizinya relatif lebih besar dari pada golongan umur 7-9 tahun,karena pertunbuhan relative cepat.terutama penambahan berat dan tinggi badan. Selain umur, jenis kelamin juga mempengaruhi kecukupan zat gizi. Adanya perbedaan pertumbuhan dan perkembangan antara jenis kelamin, kecukupan gizi anak laki-laki berbeda dengan anak perempuan.

Angka Kecukupan gizi ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan,perkembangan,dan aktifitas harian anak usia sekolah.
Untuk para satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengelola Makanan Bergizi Gratis mohon untuk melihat kebutuhan setiap anak yang di bedakan  berdasarkan anak sekolah menurut kelompok umur dan jenis kelamin dan banyaknya aktifitas fisik dengan maksud agar terpenuhi zat gizi makro dan mikro yang di butuhkan oleh setiap anak.
Anak sekolah memerlukan 5 kelompok zat gizi (karbohidrat,protein.lemak,vitamin dan mineral) dalam jumlah yang cukup,tidak berlebihan dan tidak juga kekurangan. Disamping itu,manusia memerlukan air dan serat untuk memperlancar proses faali dalam tubuh.Secara alamiah,komposisi zat gizi setiapa makanan memiliki manfaat dan kerugian tertentu. Beberapa makanan yang mengandung tinggi karbohidrat tetapi kurang vitamin A,contohkentang,sedangkan beberapa makanan lain tinggi vitamin C tetapi kurang lemak,contohnya buah jeruk. Oleh karena itu konsumsis pangan sehari-hari harus beranekaragam untuk memenuhi berbagai kebutuhan zat gizi dan penyerapan zat gizi yang optimum.
Peran berbagai jenis bahan makanan yang dikelompokan berdasarkan fungsi utama zat gizi,dalamilmu gizi dipopulerkan dengan istilah yaitu sebagai sumber energy,sumber zat pembangun dan sumber zat pengatur.
Sumber Energi terdiri dari
Karbohidrat
Contohnya beras,jagung,gandum,ubi jalar,ubi kayu,kentang,sagu,gula pasir dan hasil olahannya,konsumsi karbohidrat sederhana,terutama gula,sebaiknya dibatasi empat sendok makan per hari.konsumsi gula berlebihan berakibat pada konsumsi energy sehingga kelebihan tersebut akan di simpan dalam bentuk lemak.
Lemak
Lemak merupakan sumber energy tertinggi dibandingkan karbohidrat dan protein.Lemak menyediakan asam lemak esensial yang diperlukan tubuh,serta membantu penyerapan vitamin A,D,E,K. Lemak dalam makanan bersal dari dari tumbuhan dan hewan.Lemak yang berasl dari tumbuhan,misalnya margarin,santan dan minyak kelapa sedangkan yang berasal dari hewan,misalnya daging,susu dan telur. Konsumsi lemak berlebih berakibat pada peningkatan berat badan yang dapat berlanjut menjadi kegemukan.Kegemukan di ketahui meningkatakan riiko terkena penyakit sperti jantung korener,diabetes mellitus,hipertensi dan lain sebagainya yang dapat menyebabkan kematian. Bagi anak yang mengalami obesitas,konsumsilemak dan minyak dalam makanan sehari-hari maksimal 5 (lima) sendok makan.
Sumber Zat Pembangun
Protein
Protein berperan penting sebagai zat pembangun dalam struktur dan fungsi sel. Protein sangat di butuhkan untuk pertumbuhan fisik dan kecerdasan sesorang. Protein terdiri dari protein hewani dan nabati. Protein hewani adalah protein yang berasal dari hewan seperti susu,telur,daging ayam dan sapu,ikan,udang,kerang dan hasil olahannya,
Sedangkan protein nabati berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti kacang-kacangan dan hasil olahannya. Kacang-kacangan antara lain kacang merah,kacang hijaukacang kedelai,kacang mete,kacang koro,sedangkan hasil olahannya antara lain tempe,tahu,oncom dan susu kedelai.
Sumber Zat Pengatur
= Vitamin =, berfungsi sebagai pengatur dan pelindung, tubuh (menjaga kesehatan) .Kekurangan Vitamin (avitaminosis) dapat mengganggu kesehatan. Beberapa Vitamin yang diperlukan tubuh,yaitu :
A. Vitamin A,berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan mata seperti rabun senja. Vitamin A terdapat pada: hati,minyak ikan,daging.susu.sayuran dan buah berwarna orange.
B. Vitamin B, berfungsi mencegah penyakit beri-beri dan meningkatkan nafsu makan. Vitamin B terdapat pada kacang hijau,daging,kulit beras dan sayuran.
C. Vitamin C, berfungsi mencegah sariawan,giziberdarah,dan bibir pecah-pecah.Vitamin C terdapat pada buah-buahan: jeruk,tomat,papaya dan sayuran hijau.
D. Vitamin D, berfungsi membentuk tulang dan gigi,mencegah penyakit rakhitis dan osteoporosis. Vitamin D terdapat pada: susu,minyak ikan,kuning telur.
E. Vitamin E, berfungsi menyuburkan rambut,menghaluskan kulit,dan mencegah kemandulan. Vitamin E terdapar pada biji-bijian,sayuran,telur,mentega dan susu.
F. Vitamin K, berfungsi membantu prosespembekuan darah Vitamin K terdapat pada : bayam,tomat, dan wortel
= Mineral=
Mineral berfungsi untuk pertumbuhan, perkembangan dan membuat tubuh tetap sehat.Tubuh memanfatkan mineral untuk berbagai fungsi mulai dari membangun tulang yang kuat sampai mentransfer kerja saraf tubuh. Beberapa mineral juga berfungsi membuat hormone dan menjaga denyut jantung normal.,
a. Zat besi
Zat besi adalah mineral ysng dibutuhkan untuk membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Disamping itu juga berperan dalam pembentukan hemoglobin yang merupakan bagian dari sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Pangan yang merupakan sumber zat besi antara lain: daging sapi,daging kambing,hati,ikan tuna dan salmon dan kacang-kacangan kekuranganzt besi akan menyebabkanpenyakit anemia gizi besi dengan gejala wajah pucat dan badan cepat lemah/letih.
b. Kalsium
Kalsium adalah mineral yang berhibungan dengan kesehatan tulang dan gigi,sertamembantu proses pembekuan darah. Sunber pangan yang mengandung kalsium antara lain susu,keju dan yougurt,ikan salmon dan sarden khususnya dengan tulangnya,sayuran berdaun hijau misalnya brokoli. Kekurangan kalsium dapat meyebabkan osteoporosis (keropos tulang),nyeri otot tulang,kekebalan tubuh berkurang dan daya ingat berkurang.
c. Iodium
Berfungsi dalam pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Iodium juga penting untuk perkembangan otak. Iodium dapat bersumber dari garam beriodium,susu,telur,ikan,udang,kerang, dan ganging laut. Kekurangan iodium dapat menyebabkan pembesaran kelenjar gondok.Penyakit gondok banyak ditemukan pada anak perempuan umur 9 – 13 tahun sedangkan pada nak laki-laki umur 12 – 18 tahun.
= Air =
Air dapat bersumber dari air minum,makanantermasuk buah dan sayur. Air di dalam tubuh berfngsi sebagi pengatur suhu tubuh, pelembab jaringan mulut, mata dan hidung, pelumas sendi, pelindung organ dan jaringan tubuh,meringankan beban ginjal dan hati, dan membantu mempermudah buang air besar. Asupan air wajib sekurang-kurangnya sebesar 1600 ml yang berasal dari air minum,makanan dan hasil oksidasi zat makanan.Dengan mnkonsumsi cukup cairan,seseorang dapat terhindar dari dehidrasi ataum kehilangan cairan tubuh,serta dapat menurunkan risiko menderita penyakit bantu ginjal.
= Serat =
Serat dikelompokan menjadi 2 macam yaitu serat tidak larut dan serat larut. Serat tidak larut mempermudah pencernaan dalam usus di dalam tubuh kita. Serat tida larut dapat bersumber dari sayuran. Sereali/roti gandum,kacang-kacangan dan tepung. Serat larut memperlancar pembuangan zat sisa dalam tubuh kita. Serat larut dapat bersumber dari buah-buahan seperti jeruk dan apel,polong-polongan, dan biji-bijian seperti biji matahari/kuaci. Manfaat serat bagi tubuh antara lain : dapat menurunkan berat badan, memudahkan buang air besar. Kekurangan serat dapat menimbulkan gangguan gigi dan gisi,gangguan pencernaan seperti susah buang air besar,wasir dan kanker usus besar.
Pesan yang hendak disampaikan kepada SPPG ( SatuanPelayan Pemenuhan Gizi) bahwa dalam menyiapkan menu tetap untuk memperhatikan AKG sesuai kisaran usia (3- 5 thn untuk Paud), (6-12 thn untuk SD) dan 13-15 thn untuk anak SMP) dan (16-18 thn untuk siswa SMA) supaya menu yang disiapkan tepat  gizi serta pemorsian sesuai dengan Angka Kecupan Gizi yang di anjurkan pada table diatas. Dan jangan lupa sesalu memperhatikan Point kunci SPPG (Tujuan,Fungsi,Lokasi,Mitra Lokal dan Pengawasan) SPPG bukan sekedar dapur,tetapi wujud pendekatan edukatif dan Partisipatif pememerintah dalam mewujudkan generasi emas.
  ​​​         Timika,14 februari 2026
​​​​​Penulis
​​​         Vero Dogopia S.Gz, M.K.M
​​​     

Jumlah Pengunjung: 17

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |