TIMIKA, timikaexpress.id – Polres Mimika resmi menggelar Operasi Keselamatan Noken 2026 yang akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.
Operasi ini menyasar titik-titik rawan pelanggaran, kecelakaan, serta kemacetan lalu lintas di wilayah Mimika, Papua Tengah.
Pelaksanaan operasi ditandai dengan apel gelar pasukan yang berlangsung di lapangan upacara Polres Mimika, Mile 32, Distrik Kuala Kencana, Senin (2/2/2026).
Apel tersebut dipimpin Wakapolres Mimika, Kompol Junan Plitomo, serta diikuti personel Polres Mimika, POM Mimika, dan Dinas Perhubungan Mimika.
Dalam amanat Kapolda Papua Tengah, Kombes Pol Jermias Rontini, yang dibacakan Kompol Junan Plitomo, sisampaikan bahwa Operasi Keselamatan Noken 2026 merupakan operasi terpusat yang digelar serentak di seluruh Indonesia.
Untuk wilayah Polda Papua Tengah, operasi ini dilaksanakan oleh Polres Nabire, Mimika, Paniai, dan Puncak Jaya.
Ia juga memaparkan data pelaksanaan Operasi Keselamatan Noken 2025. Selama 14 hari, tercatat 126 teguran pelanggaran lalu lintas dengan kendaraan yang terlibat terdiri atas 191 unit roda dua dan 39 unit roda empat.
Selain itu, terjadi 15 kecelakaan lalu lintas dengan rincian enam orang meninggal dunia, tujuh luka berat, tujuh luka ringan, serta total kerugian material mencapai Rp103 juta.
“Data tersebut menunjukkan bahwa tingkat keselamatan dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas di Papua Tengah masih memerlukan perhatian serius serta langkah penanganan yang lebih optimal,” ujarnya.
Sebagai upaya menekan angka kecelakaan, Polda Papua Tengah bersama Polres jajaran mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Noken 2026.”
Kompol Junan Plitomo menegaskan kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan profesional, khususnya dalam pengawasan di titik-titik rawan.
Ia juga menyampaikan tujuh penekanan kepada jajarannya, antara lain deteksi dini lokasi rawan, sosialisasi kepada masyarakat dan pengusaha angkutan, ramp check kendaraan, peningkatan patroli, penindakan travel ilegal, serta penegakan hukum secara humanis melalui sistem ETLE statis maupun mobile.
Pada kesempatan tersebut, Wakapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait yang terlibat dalam operasi.
“Saya berharap melalui operasi ini, kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas dapat meningkat serta tercipta situasi yang kondusif menjelang Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah,” pungkasnya. (via)
Jumlah Pengunjung: 29

2 days ago
14

















































