Faradiba Anugerah Kaay Tabuni Cetak Sejarah, Jadi Perempuan Psikolog Pertama dari Papua Pegunungan

4 days ago 17
Faradiba Anugerah Kaay Tabuni, S.Psi, Psikolog, perempuan asli Papua Pegunungan, usai dikukuhkan sebagai psikolog di Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Kamis (29/1).

SEMARANG, timikaexpress.id — Kabar membanggakan datang dari dunia akademik dan Tanah Papua.

Perempuan asli Papua Pegunungan, Faradiba Anugerah Kaay Tabuni, S.Psi, Psikolog, mencatat sejarah sebagai psikolog perempuan pertama asal Papua Pegunungan yang lulus dari Universitas Katolik Soegijapranata (Soegijapranata Catholic University/SCU), Semarang, Jawa Tengah.

Faradiba dikukuhkan dan diambil sumpah profesinya bersama puluhan lulusan lain pada Kamis (29/1) di Kampus SCU, Jalan Pawiyatan Luhur, Bendan Dhuwur, Semarang.

“Saya bersyukur kepada Tuhan atas kuasa-Nya sehingga boleh menyelesaikan studi hingga meraih profesi psikolog. Capaian ini juga berkat doa serta dukungan suami, anak-anak, keluarga, dan semua pihak,” ujar Faradiba, Sabtu (31/1).

Ia mengungkapkan, perjalanan akademiknya penuh tantangan, namun sangat bermakna.

Pengalaman bekerja di LSM Tangan Peduli Yayasan Kemanusiaan, menjadi konselor, serta terlibat dalam pendampingan ODHA dan anak jalanan di Kabupaten Jayawijaya turut membentuk kompetensinya.

Pengalaman sebagai asisten dokter spesialis kejiwaan di RSUD Wamena juga menjadi bekal penting.

“Dalam praktik saya melihat banyak pasien yang dapat ditolong bukan hanya dengan obat, tetapi melalui terapi,” katanya.

Angkatan Pertama Profesi Psikolog SCU

Faradiba melanjutkan pendidikan profesi psikolog di SCU pada 2024 dan tercatat sebagai bagian dari angkatan pertama program tersebut.

SCU sendiri menjadi salah satu dari 19 perguruan tinggi di Indonesia yang menyelenggarakan pendidikan profesi psikolog.

Ia juga termasuk dalam 47 lulusan pertama Fakultas Psikologi SCU yang resmi diambil sumpah profesinya.

Rektor SCU Ir Robertus Setiawan Aji Nugroho, ST, M.Comp.IT, Ph.D menjelaskan bahwa kelulusan ini menandai kesiapan institusi dalam menjawab perubahan regulasi nasional pasca diterbitkannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2022 tentang Pendidikan dan Layanan Psikologi.

“SCU berkomitmen memastikan lulusan tidak hanya memenuhi standar regulasi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan integritas moral,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi SCU Dr Dra Kristiana Haryanti, M.Si, Psikolog mengatakan program profesi di kampusnya telah beradaptasi sejak 1999 mengikuti dinamika kebijakan nasional.

“Kami menjaga mutu agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ketua Program Profesi Psikolog SCU Dr Suparmi, M.Si, Psikolog menambahkan mahasiswa menempuh tiga semester pendidikan, yaitu satu semester teori dan dua semester praktik, sebelum mengikuti uji kompetensi bersama HIMPSI.

Suara Papua Pegunungan

Dalam sambutannya mewakili para lulusan, Faradiba menegaskan bahwa sumpah profesi bukan sekadar seremoni, melainkan awal pengabdian.

“Ini titik balik dari perjalanan belajar menjadi perjalanan mengabdi, dari ruang kelas menuju ruang-ruang kehidupan manusia yang nyata,” ujarnya.

Ia menyoroti keterbatasan layanan kesehatan jiwa di Papua Pegunungan sebagai motivasi utama perjuangannya.

“Saya menyaksikan banyak orang memendam beban batin tanpa ruang aman untuk bercerita. Tidak semua memiliki akses pendampingan psikologis,” katanya.

Menurutnya, pendidikan profesi mengajarkan bahwa niat baik saja tidak cukup tanpa kompetensi, etika, dan kepekaan budaya.

“Psikologi yang hadir tanpa memahami budaya berisiko menjadi bentuk kekerasan yang halus. Karena itu kami ingin membawa ilmu dengan kerendahan hati,” tegas Faradiba.

Lulusan angkatan pertama SCU berasal dari berbagai wilayah Indonesia, Papua, Nusa Tenggara, Maluku, Kalimantan, Bali, Sumatra hingga Jawa, dengan latar profesi beragam, mulai dari penggerak komunitas, pemilik sekolah, terapis anak hingga biarawati.

Keberagaman ini mempertegas komitmen Fakultas Psikologi SCU dalam memperluas pemerataan layanan kesehatan mental, terutama di daerah-daerah yang masih minim tenaga profesional.

Jumlah Pengunjung: 49

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |