PALANG – Masyarakat yang tergabung dalam FPHS dan LMA Tsingwarop melakukan penutupan sementara pagar jalan masuk Bandara Mozes Kilangin Timika, Senin (12/1/2026). (FOTO: IST/TIMEX)
TIMIKA, timikaexpress.id – Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Pemilik Hak Sulung (FPHS) dan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Tsingwarop melakukan aksi pemalangan dengan menutup pagar jalan masuk Bandara Mozes Kilangin Timika, Senin (12/1/2026) sekitar pukul 05.55 WIT.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan dan kekecewaan masyarakat adat terhadap sejumlah persoalan yang dinilai belum mendapat penyelesaian dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Mimika, serta aparat penegak hukum.
Tokoh FPHS dan LMA Tsingwarop menyatakan, penutupan gerbang bandara dilakukan secara spontan sebagai akumulasi kekecewaan.
Beberapa persoalan yang disoroti antara lain belum diregistrasinya satu peraturan daerah (Perda) oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah, sementara tujuh Perda lainnya telah diregistrasi tanpa penjelasan terbuka kepada masyarakat.
Mereka juga menyoroti sikap Gubernur Papua Tengah yang dinilai kurang menghargai aspirasi masyarakat adat, serta belum adanya kejelasan penanganan laporan dugaan penganiayaan, pemukulan, dan penyitaan telepon genggam terhadap tokoh FPHS dan seorang wartawan yang telah dilaporkan ke Polda Papua Tengah.
Selain itu, masyarakat menilai respons Pemerintah Kabupaten Mimika masih lamban dalam menyikapi dan menjembatani persoalan tersebut.
Dalam pernyataan sikapnya, FPHS dan LMA Tsingwarop meminta Kapolda Papua Tengah menuntaskan kasus yang dilaporkan secara profesional dan transparan, serta mendesak pemerintah daerah untuk membuka ruang dialog dan menyelesaikan proses registrasi Perda secara adil dan tanpa diskriminasi.
Mereka menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi dan jeritan keadilan, bukan upaya mengganggu kepentingan publik.
Sementara itu, Kapolsek Kawasan Bandara Mozes Kilangin Ipda Yusran Jaya Milu mengatakan penutupan pagar bandara telah dibuka kembali setelah dilakukan pendekatan persuasif.
“Kami memberikan pemahaman, sehingga sekitar pukul 06.00 WIT palang sudah dibuka dan aktivitas kembali normal,” ujarnya. (via)
Jumlah Pengunjung: 16

3 weeks ago
46

















































