FOTO:ISTIMEWA
FOTO BERSAMA – Staf Ahli Bupati Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, didampingi perwakilan Disdik Mimika, dan para kepala sekolah SMP , foto bersama narasumber usai pembukaan seminar dan lokakarya di Hotel Grand Tembaga, Rabu (25/11)
TIMIKA, TimeX
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar seminar dan lokakarya bertema “Implementasi Pembelajaran Mendalam Berbasis Profil Lulusan dan Kearifan Lokal Papua”.
Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, 25–29 November 2025, dan dipusatkan di Hotel Grand Tembaga, Timika.
Kegiatan tersebut diikuti para kepala sekolah, guru SMP se-Kabupaten Mimika, serta peserta lomba inovasi pembelajaran. Dinas Pendidikan Mimika menghadirkan para narasumber dari UNJ.
Staf Ahli Bupati Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, yang membacakan sambutan Bupati Mimika Johannes Rettob, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia, khususnya sektor pendidikan, menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Hal ini sejalan dengan visi daerah “Mimika Maju, Mandiri dan Bermartabat Berlandaskan Kearifan Lokal dan Transformasi Pendidikan.”
Yoga menjelaskan bahwa Pemkab Mimika terus memperkuat sejumlah program unggulan, di antaranya:
• Program Mimika Cerdas, melalui peningkatan kualitas pembelajaran, pelatihan guru, penguatan literasi dan numerasi, serta inovasi pembelajaran digital.
• Sekolah Ramah Anak dan Ramah Budaya, untuk memastikan pendidikan inklusif, aman, dan menghargai keberagaman masyarakat Mimika.
• Peningkatan kompetensi guru berkelanjutan, berupa beasiswa, pelatihan, workshop, dan pendampingan intensif.
• Pemerataan akses pendidikan, melalui pembangunan sarana prasarana dari wilayah perkotaan hingga pesisir dan pedalaman.
Pada kesempatan itu, bupati turut menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Mimika yang dinilai aktif berinovasi dalam mendorong kreativitas guru.
Ia juga berterima kasih kepada Universitas Negeri Jakarta yang selama empat tahun terakhir menjadi mitra strategis dalam pelatihan, pendampingan, penelitian, dan pengembangan kurikulum.
Ia mengajak seluruh pendidik dan pemangku kepentingan pendidikan untuk menjaga semangat belajar, memperkuat inovasi, dan terus mengembangkan diri demi masa depan pendidikan Mimika yang lebih baik.
Sementara itu, pada sesi seminar Rabu (26/11), hadir Rektor UNJ Dr. Komarudin, M.Si., Pengembang Pembelajaran Mendalam Kemendikdasmen Dr. Fathur Rohim, serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Yuli Rahmawati, M.Sc., Ph.D.
Inovasi SMP Negeri 1 Mimika Timur
Selanjutnya, pada sesi pemaparan hasil pendampingan UNJ–Disdik, Kepala SMP Negeri 1 Mimika Timur Derita Pamewa, S.Pd., M.Pd., menyampaikan berbagai gagasan dan capaian sekolahnya.
Derita membuka materi dengan bahasa Kamoro sebagai bentuk penghormatan terhadap 95 persen peserta didiknya yang berasal dari suku Kamoro.
Ia membawa moto “Etipore Kaokuru Yare Pokare,” yang berarti kami sehat, kami berprestasi.
Menurutnya, kesehatan murid adalah fondasi bagi keberhasilan pembelajaran. Ia mengapresiasi pemerintah yang telah menyalurkan program makan bergizi dan makan siang tambahan bagi peserta didik.
“Tanpa sehat, anak-anak tidak bisa menerima pendidikan dengan baik,” ujarnya.
Derita juga menjelaskan sejarah sekolah yang berdiri pada 1 Juli 1983 di bawah Kabupaten Fak-Fak, Provinsi Irian Jaya kala itu, serta tantangan fasilitas yang sampai kini belum sepenuhnya memadai.
Ia menambahkan bahwa karakter masyarakat Kamoro membuat guru harus bekerja dengan penuh keikhlasan, karena sebagian murid masih lebih fokus pada kebutuhan dasar keluarga seperti makan dan minum.
Diapaparkan pula, SMP Negeri 1 Mimika Timur memiliki visi: “Terwujudnya murid yang berkarakter, berprestasi, berbudaya sesuai dimensi profil lulusan dan berwawasan lingkungan.”
Visi ini diwujudkan melalui enam misi utama, mulai dari penguatan karakter dan kedisiplinan, hingga pengembangan budaya lokal melalui kolaborasi sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Sekolah menargetkan lulusan berprestasi dengan mengacu pada delapan dimensi profil lulusan: iman, ketakwaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
Program Unggulan Sekolah
Derita memaparkan empat program unggulan SMP Negeri 1 Mimika Timur, yaitu:
1. Kelas 3M (Menulis, Membaca, Memahami) untuk murid yang belum mahir literasi.
2. Kelas Kearifan Lokal, bagi murid yang berminat pada cerita rakyat dan bahasa Kamoro.
3. Program Full Day School lima hari, pukul 07.30–15.30 WIT.
4. Program Cinta Lingkungan, yang membuat lingkungan sekolah bebas dari coretan dinding dan sampah.
“Empat keunggulan ini menjadi pembeda SMP Negeri 1 dalam mendukung budaya positif di sekolah,” jelasnya.
Derita menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum berbasis pembelajaran mendalam (deep learning), yang dinilainya sangat ideal bagi anak-anak Papua karena dapat mengintegrasikan muatan lokal ke dalam proses belajar.
“Kami bangga karena pembelajaran ini membuat sekolah bisa berubah dan maju. Terima kasih kepada Dinas Pendidikan yang menghadirkan narasumber hebat dari UNJ,” ujarnya.
Kerja sama UNJ dengan sekolah melalui MoU telah berlangsung sekitar empat tahun. Para dosen UNJ hadir sebagai pendamping untuk memberikan materi implementasi kurikulum terbaru dari Kemendikbud.
Derita berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan sekolah-sekolah yang minim fasilitas digital dan jaringan internet, terutama di wilayah pedalaman, pesisir, dan pinggiran.
“Pembelajaran berbasis digital tidak bisa berjalan tanpa sarana. Kami percaya di bawah kepemimpinan Bapak Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong, fasilitas pendidikan di luar perkotaan dapat dibangun sehingga anak-anak putra daerah dapat merasakan pembelajaran berbasis internet,” tandasnya. (*/)
Jumlah Pengunjung: 33

2 days ago
12

















































