Musik Etnik Mimika Harus Dikembangkan Lewat Pelatihan dan Festival Berjenjang

5 days ago 30

LATIHAN – Para peserta pelatihan musik tradisional saat mengikuti pelatihan yang digelar Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Mimika (FOTO: ISTIMEWA/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Peserta pelatihan musik tradisional yang digelar Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Mimika dinilai belum sepenuhnya mampu menjiwai musik etnik, sehingga kualitas karya yang dihasilkan belum maksimal.

Penilaian tersebut disampaikan praktisi Seni Budaya Kamoro yang juga Anggota DPRK Mimika, Dominggus Kapiyau.

Ia menyebut sebagian peserta masih belum menguasai teknik dasar maupun penghayatan terhadap instrumen tradisional Mimika.

“Dia hanya asal main, tidak menjiwai. Anak-anak perlu ditanamkan rasa dan kecintaan terhadap budaya, karena musik etnik itu sulit,” ujarnya.

Menurutnya, musik tradisional menuntut kemampuan menyeluruh, mulai dari memainkan instrumen, bernyanyi, hingga memadukan gerak tari.

Karena itu, ia berharap peserta mampu mempertunjukkan karya yang telah dibangun selama pelatihan dan menularkannya kepada teman maupun sekolah lain.

Sementara itu, Dosen Musik STKIP Kusuma Negara Jakarta, Arhamudin Ali, menjelaskan peserta telah menerima materi dasar musik, jenis-jenis musik tradisional Mimika, hingga teknik membuat lagu bertema cerita rakyat, tokoh lokal, dan kisah alam Mimika.

Peserta juga mempelajari teknik memadukan instrumen tradisional dengan unsur musik barat untuk memperkaya aransemen.

“Progres sudah 95 persen. Setelah gladi, kami lakukan pemantapan agar mendekati 100 persen,” ujarnya.
Arham mengatakan peserta kini menguasai tiga kemampuan inti: memahami musik tradisional, memainkan instrumen, serta menciptakan dan mengembangkan musik etnik sesuai perkembangan selera masyarakat.

Untuk memperkuat kerja sama, peserta dibagi dalam kelompok lintas sekolah dengan tanggung jawab instrumen berbeda.

Secara psikologis, Arham menilai anak-anak Mimika menunjukkan perkembangan signifikan, terutama dalam keberanian tampil di depan umum. Mereka juga dianggap memiliki potensi musikalitas yang kuat.

“Anak-anak Mimika musikalitasnya bagus, hanya perlu dipoles. Musik itu bukan hanya hiburan, tetapi punya banyak manfaat,” katanya.

Ia turut menyoroti teknik khas masyarakat Mimika dalam memainkan ukulele dan gitar yang memberi karakter unik meski instrumen tersebut berasal dari eropa.

Arham berharap pelatihan serupa dapat diberikan juga kepada guru seni yang tidak memiliki latar belakang pendidikan musik.

Dengan pembinaan rutin serta gelaran festival berjenjang dari tingkat sekolah hingga kabupaten, ia optimistis akan lahir bibit-bibit unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

“Harus ada event di sekolah, festival pelajar sekecamatan hingga provinsi untuk menjaring bibit yang bisa ikut festival nasional maupun internasional,” tandasnya. (red)

Jumlah Pengunjung: 20

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |