Ketua Hipmi Yahukimo Jalin Kerja Sama Penguatan SDM OAP dengan 2PAM3 Mimika

3 days ago 14

TIMIKA, timikaexpress.id – Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Yahukimo, Ali Giban, S.Sos, melakukan kunjungan ke Kantor Perkumpulan Penggerak Aspirasi Masyarakat Minoritas Indonesia Maju (2PAM3) Mimika, Papua Tengah, Kamis (27/11), untuk menjalin kerja sama penguatan kapasitas SDM orang asli Papua (OAP).

Ketua 2PAM3, Antonius Rahabav, mengatakan kerja sama tersebut difokuskan pada peningkatan kompetensi OAP, terutama di daerah rawan konflik. Program yang disiapkan meliputi Diklat Anti Korupsi dan Diklat Penguasaan IT khusus pada bidang pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Kami sudah mendapat dukungan dari Pemkab Mimika untuk menyiapkan SDM, khusus di bidang IT terkait pengadaan barang dan jasa,” ujarnya.

Menurut Antonius, 2PAM3 membuka peluang kerja sama lintas daerah untuk pengiriman peserta dari Hipmi maupun asosiasi lain guna mengikuti pelatihan. Implementasi program dijadwalkan berjalan penuh tahun depan.

Ketua Hipmi Yahukimo, Ali Giban, menyampaikan apresiasi kepada 2PAM3 karena telah menyediakan ruang peningkatan kompetensi bagi anak asli Papua di tengah tuntutan era digital. Ia berharap Pemkab Yahukimo turut memberikan dukungan penuh.

“Pelatihan ini sangat penting untuk menyiapkan SDM OAP agar mampu bersaing dan memahami proses digitalisasi pengadaan barang dan jasa,” katanya.

Ali menilai program tersebut berpotensi membuka lapangan kerja sekaligus mencegah konflik sosial di Yahukimo.

Sesuai SOP, peserta yang belum menguasai komputer akan mendapatkan pelatihan dasar hingga mampu mengikuti diklat lanjutan.

“Mereka harus paham betul tentang era digital, tentang pengadaan barang dan jasa. Itu kunci agar mereka bisa berdiri di atas kaki sendiri,” ujarnya.

Kegelisahan Ali bertemu jawaban ketika 2PAM3 membuka ruang untuk bekerja sama dalam penguatan kapasitas SDM OAP

Ketua 2PAM3, Antonius Rahabav, menegaskan bahwa kerja sama ini berfokus khusus pada peningkatan kapasitas OAP, terutama di wilayah yang rentan konflik.

“Kami sudah mendapat dukungan dari Pemkab Mimika untuk menyiapkan SDM, terutama di bidang teknologi informasi yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa,” katanya.

Dua jenis pelatihan telah disiapkan: Diklat Anti Korupsi serta Diklat Penguasaan IT dengan spesifikasi pengadaan barang dan jasa pemerintah. Seluruh prosesnya dirancang berbasis kebutuhan OAP, mulai dari pelatihan dasar komputer hingga pendampingan agar mereka siap bersaing dalam tender dan dunia usaha.

Ali menyambut peluang ini sebagai jalan baru bagi pemuda Yahukimo. Ia percaya, pelatihan dapat membuka banyak pintu, termasuk menciptakan lapangan pekerjaan dan menekan risiko konflik sosial.

“Ini sangat bagus karena bisa jadi peluang kerja sekaligus mencegah konflik horizontal maupun vertikal,” tuturnya.

Hari itu, MoU. Bagi beberapa orang mungkin hanya selembar dokumen, namun bagi OAP ini—ini adalah pintu masa depan. Pelatihan dijadwalkan mulai berjalan tahun depan, dengan harapan semakin banyak anak muda Papua yang dapat menunjukkan kemampuan mereka.

“Melalui kegiatan ini kami juga minta Pemkab Yahukimo mendukung penuh persiapan SDM tahun depan. Anak-anak kita harus siap saat waktunya datang,” harap Ali.

Di balik setiap program dan pelatihan, ada mimpi-mimpi muda yang sedang menunggu untuk ditumbuhkan. Dan hari itu, di Mimika, secercah harapan itu kembali disiram air segar. (via)

Jumlah Pengunjung: 41

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |