TIMIKA, timikaexpress.id – Dua hari menjelang Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) II Papua Tengah di Mimika, suasana semarak dan kebersamaan mulai mewarnai dalam rangkaian gladi resik opening ceremony dan gladi kotor closing Ceremony yang digelar sejak Minggu (30/11) hingga Senin (1/12).
Pelaksanaan Pesparani II dibuka pada Selasa (2/12) dan ditutup pada Sabtu (6/12).
Prosesi gladi di GOR Futsal SP2 Timika, sebagai lokasi utama Pesparani II dihadiri oleh panitia, maupun perwakilan semua kontingen ikut ambil bagian.
“Prosesi gladi semuanya mengalir dan berlangsung baik, dengan harapan pada hari-H nanti seluruh prosesi atau rangkaian acaranya sukses 100 persen. Puji Tuhan untuk rundown acara tidak mengalami perubahan konsep”.
Demikian dijelaskan Titha Taborat, Wakil Koordinator Acara kepada Timika eXpress, Senin (1/12).
Kata Titha, prosesi gladi meliputi parade dari perwakilan semua kontingen, kecuali pejabat yang mengambil bagian (pre memori).
“Siang ini kita akan laksanakan lagi gladi untuk opening ceremony. Kalau untuk closing ceremony kita masih gladi kotor, dan belum semua terlibat, termasuk bintang tamu untuk closing ceremony kita akan gelar pada Jumat sesudah lomba paduan suara campuran, untuk memantapkan prosesi penutupan Pesparani II pada Sabtu nanti,” jelasnya.
Gladi resik dimulai dengan prosesi perarakan karena akan diawali misa yang akan dipimpin Uskup Jayapura Mgr. Yanuarius Teofilus Matopai You.
Setelah itu akan ada video opening, kemudian parade defile peserta dari masing-masing kabupaten.
Selanjutnya prosesi penyerahan piala juara umum kepada Ketua LP3KD Provinsi Papua Tengah.
Opening ceremony Pesparani II Papua Tengah akan dibuka oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dan dimeriahkan live concert dengan bintang tamu Sonya Bara, serta penampilan Intan Angkasa Band.
Sementara closing ceremony akan dihibur oleh penyanyi top, Willy Sopacua, Anjelia Dom dan penampilan Intan Angkasa Band.
Ketua Panitia Pesparani II, Emanuel Kemong yang juga Wakil Bupati Mimika, menyatakan seluruh persiapan teknis dan liturgis telah rampung.
Termasuk di antaranya gladi acara dan koordinasi pengamanan.
Emanuel juga mengajak masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama rangkaian acara dan lomba.
“Mari kita rayakan momen religi ini dengan penuh damai, karena Pesparani merupakan simbol persatuan dan harapan dalam semangat kasih dan kebersamaan di tengah keberagaman,” pungkasnya. (via)
Jumlah Pengunjung: 48

2 months ago
70

















































