Gelar Pentas Seni Budaya & Lomba Dayung Tradisional, Bupati Mimika: Festival Budaya Masuk Program KEN

6 days ago 30

MELEPAS – Bupati Mimika, Johannes Rettob didampingi Kepala Disparbudpora Mimika, Elisabeth Cenawatin, membuka dan melepas peserta pentas Seni Budaya dan Festival Lomba Dayung Tradisional di kawasan Wisata Mangrove Timika, Sabtu (22/11) (FOTO: GREN/TIMEX)

TIMIKA, timikaexpress.com – Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah mendorong sejumlah festival budaya di daerah masuk agenda dan program Kharisma Event Nusantara (KEN) yang merupakan program strategis dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Hal ini diungkapkan Bupati Mimika Johannes Rettob saat membuka Pentas Seni Budaya dan Festival Lomba Dayung Tradisional antar distrik yang digelar Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Mimika di Poumako, Distrik Mimika Timur, Sabtu (22/11).

Mengusung tema “Dengan Seni Budaya dan Kreasi, Membangun Karakter Generasi Muda”, kegiatan ini berlangsung di Objek Wisata Mangrove mulai 22 November hingga 3 Desember 2025.

Bupati John Rettob mengungkapkan rencana pemerintah untuk mengemas kegiatan ini menjadi festival tetap, yaitu Festival Budaya Nusantara dan Festival Budaya Asli Papua.

“Kami akan perjuangkan agar festival ini jadi event tetap dengan tanggal yang pasti. Nanti kita usulkan masuk dalam Karisma Event Nusantara,” jelasnya.

Ia menambahkan, tahun depan Pemkab Mimika akan lebih serius menata kegiatan ini sebagai bagian dari upaya menggali kembali budaya asli orang Mimika.

Adapun pentas seni diikuti Sanggar Tari Sekolah, Sanggar Musik Lokal, Sanggar Kerajinan Tradisional, dan pelaku kuliner lokal.

Sementara lomba dayung tradisional digelar selama tiga hari, 22–24 November 2025, ini diikuti 21 tim dari berbagai distrik pesisir Mimika.

Acara pembukaan dihadiri Bupati Mimika Johannes Rettob, Kepala Disparbudpora Elisabeth Cenawatin, Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau, Forkopimda, serta undangan lainnya.

Disebutka, tujuan pentas seni budaya, yaitu:

1. Menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi, adat, dan kesenian warisan leluhur.

2. Mensejahterakan masyarakat sekitar kawasan wisata.

3. Membangun kesadaran untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal.
Sementara festival lomba dayung bertujuan:

1. Melestarikan tradisi dayung masyarakat pesisir Mimika.

2. Memotivasi masyarakat pesisir dalam menjaga budaya.

3. Membudayakan olahraga dayung tradisional.

4. Menanamkan nilai kerja sama, disiplin, kerja keras, tanggung jawab, dan sportivitas.

Dalam sambutannya, Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga mempererat persaudaraan dan menumbuhkan semangat sportivitas.

“Lomba ini menjadi ajang yang membentuk mental sportif dan semangat pantang menyerah,” ujarnya.

Bupati JR juga menekankan bahwa pentas seni budaya merupakan ekspresi kreatif untuk menghidupkan kembali jati diri budaya Mimika.

“Budaya adalah jati diri bangsa. Kita harus jaga, hargai, dan lestarikan,” tegasnya.

Ia pun menyemangati seluruh peserta untuk tampil maksimal, tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi menunjukkan potensi besar masyarakat Mimika di bidang seni dan olahraga. (via)

Jumlah Pengunjung: 46

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |