Dari Noken Hingga Anyaman Pandan, Karya Pelajar Mimika Siap Dipamerkan

6 days ago 33

ANYAMAN – Para pelajar sedang membuat anyaman daun pandan saat mengikuti pembekalan tentang produk turunan (FOTO: ISTIMEWA/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Kegiatan Pembinaan Kesenian bagi masyarakat pelaku seni di Kabupaten Mimika memasuki hari kelima dengan pelaksanaan gladi resik.

Program yang digelar Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Mimika ini berlangsung di Cartenz, Jalan Budi Utomo, Papua Tengah.

Narasumber seni kerajinan tangan sekaligus Ketua DPD Jakarta Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII), Iman Setiabudi, menjelaskan bahwa sejak hari pertama pesertayang terdiri dari pelajar SMP hingga SMA telah dibekali materi tentang produk turunan berbahan dasar noken dan anyaman daun pandan.

“Hari pertama kami berikan kuliah umum tentang apa itu produk turunan dari noken maupun anyaman pandan. Hari kedua mereka mulai fokus merancang konsep desain. Ada yang membuat pot bunga, wall decor, hingga pernak-pernik seperti bando,” jelasnya.

Peserta dibagi menjadi delapan kelompok, masing-masing berisi delapan pelajar dari dua sekolah berbeda agar tercipta kolaborasi dalam mengembangkan ide.

Pada hari ketiga, mereka mulai membuat prototype berdasarkan konsep desain yang telah disusun.

Memasuki hari berikutnya, peserta diajarkan teknik fotografi dasar untuk mempresentasikan produk mereka di media sosial.

Mulai dari pencahayaan, proporsi, hingga komposisi foto agar tampilan karya lebih menarik dan mudah diterima publik.

“Saat penutupan nanti, mereka akan mempresentasikan produk secara bergiliran di hadapan pejabat pemerintah, guru, dan sesama peserta,” kata Iman.

Iman mengaku bangga melihat antusias dan kreativitas para pelajar. Menurutnya, peserta mampu mengolah bahan lokal menjadi produk turunan yang unik, mengikuti arahan dengan baik, serta menunjukkan gaya dan keunikan masing-masing.

“Saya melihat anak-anak mau mendengarkan dan mampu mengaplikasikan arahan ke dalam produk. Mereka punya keunikan dan fashion masing-masing,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan pembinaan seperti ini dapat berlanjut melalui pameran hasil karya maupun kompetisi antar sekolah agar kreativitas pelajar Mimika semakin berkembang.

“Kalau bisa ada tindak lanjutnya. Ada kompetisi, lalu hasilnya dipamerkan. Mereka cerdas dan ide-idenya beragam. Temanya warisan budaya, tapi hasilnya bisa dimanfaatkan saat ini,” tutupnya. (red)

Jumlah Pengunjung: 51

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |