Polri Komitmen Jaga Perdamaian dan Pembangunan di Papua

2 months ago 47

HUMANIS  –  Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo saat melakukan pendekatan humanis bersama warga Yalimo, Kamis (23/1/2025) (FOTO: IST/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya untuk terus menjaga perdamaian, serta meciptakan keamanan dan kesejahteraan masyarakat Papua melalui pendekatan humanis dan persuasif.

Hal ini disampaikan Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo dalam menanggapi berbagai isu negatif yang berkembang mengenai situasi Kamribmas di Papua akhir-akhir ini.

Kombes Pol. Yusuf menyatakan, Polri dan TNI serta pemerintah daerah fokus dalam upaya mendukung pembangunan di Papua, juga memastikan keselamatan masyarakat dari ancaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang kerap mengganggu stabilitas keamanan di sejumlah wilayah di Papua.

“Kami hadir di Papua bukan untuk menciptakan konflik, tetapi untuk melindungi masyarakat. Pendekatan yang kami lakukan mengutamakan dialog, penyelesaian konflik secara damai, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Polri bersama seluruh elemen bangsa terus berkomitmen untuk menghadirkan kedamaian di Tanah Papua,” ujar Kombes Pol.  Yusuf  melalui keterangan tertulisnya kepada Timika eXpress, Kamis (23/1/2025).

Ia menyebut, dalam Operasi Damai Cartenz, Polri juga melibatkan berbagai program berbasis kemanusiaan seperti kegiatan trauma healing, pembagian alat tulis untuk anak-anak serta pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, kesehatan, dan program bantuan ekonomi.

Dimana program-program ini berhasil menjangkau warga di berbagai pelosok Papua, termasuk wilayah terpencil yang selama ini sulit diakses.

“Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa negara hadir di setiap sudut Papua. Kami membangun hubungan yang baik dengan masyarakat dalam mendengarkan keluh kesah mereka, dan berupaya menjadi jembatan solusi atas permasalahan yang ada,” ungkapnya.

Selain itu, juga ditegaskan dengan berbagai tuduhan miring terhadap institusi keamanan di Papua seringkali tidak mencerminkan realitas di lapangan.

Kombes Yusuf menyebut bahwa aparat keamanan bekerja keras untuk melindungi masyarakat dari ancaman KKB, justru seringkali melakukan aksi kekerasan terhadap warga sipil, termasuk anak-anak dan tenaga pendidik.

“Selama ini banyak narasi yang tidak adil terhadap kami. Padahal, kami bertaruh nyawa demi menjaga masyarakat Papua dari ancaman KKB. Kami tidak ingin masyarakat menjadi korban manipulasi narasi yang menyesatkan,” tegasnya.

Untuk itu, Kombes Yusuf mengajak semua pihak, baik nasional maupun internasional untuk mendukung upaya bersama dalam menciptakan kedamaian di Papua dengan cara-cata yang konstruktif.

Pasalnya, Polri tetap optimis bahwa melalui pendekatan yang humanis, sinergi dengan masyarakat lokal, dan dukungan semua pihak, Papua akan terus berkembang menjadi wilayah yang aman, damai, dan sejahtera.

“Papua adalah bagian dari Indonesia, dan kami semua bertanggung jawab untuk memastikan masyarakat Papua bisa hidup dengan damai, aman, dan sejahtera. Mari bersama-sama membangun Papua dengan semangat persatuan dan kasih sayang,” pungkasnya. (via)

Jumlah Pengunjung: 6

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |