SEMINAR – DLH Mimika bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus Makassar menggelar seminar penyusunan master plan pengelolaan sampah Kabupaten Mimika, di Hotel Horison Diana, Kamis (7/8/2025) (FOTO: NIAR/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Produksi sampah di Kota Timika, Kabupaten Mimika kini mencapai 93 ton per hari.
Namun, armada pengangkut milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika baru mampu menangani 86 ton per hari.
Ketimpangan ini menjadi sinyal darurat atas lemahnya sistem pengelolaan sampah yang memerlukan solusi menyeluruh dan berkelanjutan.
Menjawab tantangan tersebut, DLH Mimika bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus Makassar untuk menyusun Master Plan Pengelolaan Persampahan Kabupaten Mimika.
Seminar akhir penyusunan dokumen ini digelar pada Kamis (7/8/2025) di Hotel Horison Diana Timika, setelah rangkaian seminar pendahuluan dan survei lapangan pada April 2025.
Ketua Tim Penyusun, Firdaus, mengatakan master plan ini menjadi langkah strategis untuk mereformasi sistem pengelolaan sampah yang selama ini masih berorientasi pada pola kumpul–angkut–buang.
“Melalui dokumen ini, kami dorong pendekatan menyeluruh dari hulu ke hilir, mulai dari pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan sampah sebagai potensi ekonomi. Tidak hanya aspek teknis, tetapi juga mencakup kelembagaan, pembiayaan, sarana prasarana, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Firdaus menargetkan pada 2035, layanan pengelolaan sampah di Mimika mampu menjangkau 80 persen wilayah dan menekan timbunan sampah hingga 60 persen.
Namun, ia menegaskan keberhasilan program bergantung pada perubahan perilaku masyarakat, penguatan regulasi, dan komitmen lintas sektor.
“Kami mendorong sistem pewadahan rumah tangga yang standar, peningkatan kapasitas petugas dengan upah layak, pembagian zona pelayanan, serta pengembangan fasilitas seperti TPS3R dan ITF di wilayah yang jauh dari TPA,” tambahnya.
Kepala DLH Mimika, Jefri Deda, menyebut penyusunan master plan ini menjadi pijakan penting untuk merancang program jangka panjang pengelolaan sampah terintegrasi hingga 2030.
“Dengan master plan ini, program DLH akan lebih terarah, tidak hanya pada operasional harian, tetapi juga menyasar peningkatan infrastruktur, SDM, dan edukasi publik,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini Mimika masih mengandalkan TPA Iwaka yang menggunakan sistem open dumping, metode yang tidak ramah lingkungan.
Adapun target jangka menengahnya adalah transisi menuju sistem sanitary landfill dan pembentukan UPT khusus pengelolaan persampahan.
Berdasarkan hasil analisis, sejumlah persoalan krusial yang dihadapi Mimika antara lain:
Cakupan layanan pengumpulan sampah baru 61 persen rumah tangga.
Sarana prasarana terbatas, hanya 5 unit motor sampah, 17 dump truck (13 berfungsi), dan 11 arm roll (8 berfungsi).
TPA Iwaka masih open dumping tanpa instalasi pengolahan air lindi atau pengelolaan gas.
PDU/TPS3R belum optimal, hanya ada satu unit dengan dukungan pembiayaan minim.
Belum adanya UPT khusus pengelolaan persampahan, bahkan retribusi sampah hanya berkontribusi 0,33 persen terhadap PAD dan terus menurun setiap tahun.
Master plan ini disusun berdasarkan kebijakan nasional dan Peraturan Daerah (Perda), dengan tujuan menyediakan dokumen strategis sebagai acuan pembangunan sistem persampahan.
Sasaran jangka panjangnya meliputi:
1. Peningkatan cakupan layanan hingga 100 persen di zona padat (Mimika Baru, Wania, Kuala Kencana, Kwamki Narama, Iwaka, Mimika Timur).
2. Pengurangan timbulan sampah melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
3. Penguatan kelembagaan dan pembiayaan.
4. Transformasi pengelolaan TPA Iwaka dan pengembangan infrastruktur TPS/ITF.
Jefri berharap, master plan ini dapat membawa Mimika menuju sistem persampahan yang modern, ramah lingkungan, dan partisipatif.
“Ini bukan hanya kerja pemerintah, tapi kerja bersama masyarakat, dunia usaha, dan lembaga adat. Edukasi publik serta penegakan hukum menjadi kunci utama untuk perubahan berkelanjutan,” tegasnya. (a77)
Jumlah Pengunjung: 12