Festival Malam Budaya PTFI Lowland, Wadah Persatuan Dalam Keberagaman

2 weeks ago 31

FOTO:NIAR/TIMEX
TAMPIL – Penampilan tarian adat Papua memeriahkan pagelaran budaya nusantara di Multipurpose Kuala Kencana, Sabtu (9/8).

TIMIKAEXPRESS.id – Suasana semarak mewarnai Gedung Multipurpose Kuala Kencana, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Sabtu malam (9/8/2025), saat PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar Festival Malam Budaya sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah dataran rendah (lowland).

Acara yang dihadiri ratusan undangan ini menampilkan ragam seni dan budaya Nusantara, mulai dari tari tradisional, lagu daerah, hingga pameran kain batik dan tenun dari berbagai daerah di Indonesia.

Salah satu koleksi yang menyita perhatian adalah kain tenun asal Toraja berusia sekitar dua abad, menjadi simbol kekayaan dan kelestarian warisan budaya bangsa.

Ketua Panitia HUT ke-80 RI PTFI Lowland, Erikson Daniel, menyampaikan bahwa festival ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak akhir Juli.

“Berbagai kegiatan telah kami laksanakan, mulai dari ibadah syukur, aksi bersih lingkungan di area kerja Portsite, hingga olahraga bersama seperti zumba. Festival malam ini menjadi bentuk kolaborasi 13 divisi di wilayah lowland bersama sejumlah paguyuban di Mimika,” ujar Erikson.

Pelibatan komunitas di Kuala Kencana dan Timika, lanjutnya, merupakan wujud komitmen PTFI untuk memperluas dampak positif perayaan nasional, tidak hanya di lingkungan internal perusahaan.

Direktur & Executive Vice President Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan HUT RI ke-80 dilaksanakan serentak di seluruh wilayah operasional PTFI, termasuk Tembagapura, Kuala Kencana, Nabire, Gresik, dan Jakarta.

“Rangkaian kegiatan ini mencerminkan integrasi dan kekompakan PTFI dari hulu ke hilir. Keberagaman budaya yang dimiliki menjadi kekuatan utama yang memungkinkan PTFI bertahan dan berkembang selama 58 tahun di tanah Papua,” ujarnya.

Claus menambahkan, nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika tercermin nyata di lingkungan kerja PTFI yang dihuni karyawan dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.

“Kami bersyukur semangat kebersamaan, pluralisme, dan keberagaman tetap terjaga. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi kekuatan organisasi,” tegasnya.

Festival ditutup dengan penampilan seni dari berbagai daerah, mempertegas pesan persatuan dalam keberagaman serta semangat nasionalisme di tengah komunitas PTFI dan masyarakat Mimika. (a77)

Jumlah Pengunjung: 10

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |