16 Pelajar Mimika Angkat Budaya Papua Lewat Storytelling Competition di Diana Mall

2 weeks ago 32

FOTO BERSAMA – Para juara Storytelling Competition foto bersama usai pengumuman pemenang lomba di Diana Mall, Kamis (7/8) (FOTO: NIAR/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Suasana berbeda terasa di lantai dua Diana Mall Timika, Kamis (7/8/2025).

Storytelling Competition berbahasa Inggris sukses digelar, dan menyedot perhatian pengunjung.

Sebanyak 16 peserta dari tujuh SMA/SMK se-Kabupaten Mimika tampil memukau membawakan kisah cerita inspiratif dengan nuansa budaya Papua.

Peserta berasal dari SMAN 1 Mimika, SMA Al-Falah, SMA Kalam Kudus, SMKN 6 Mimika, SMAN 7 Mimika, SMA Tiga Raja, dan SMK Yapis Mimika.

Seluruh peserta mengenakan pakaian adat Papua lengkap dengan hiasan kepala, rumbai, dan ornamen tradisional, sehingga memperkuat kesan kultural dalam setiap cerita.

Suasana meriah tercipta ketika para peserta tampil penuh semangat dan percaya diri.

Banyak pengunjung mall yang berhenti sejenak untuk menyaksikan lomba ini, yang dinilai sebagai salah satu kegiatan edukatif dan budaya yang jarang digelar di ruang publik.

Tiga juri berkompeten di bidang pendidikan Bahasa Inggris menilai lomba ini, yaitu Yuliawati Madu, S.Pd., M.TESOL.Ed., Ferdinan Laumal, S.Pd., M.TESOL.Ed., dan Rofinus Daton Warat, S.Pd., M.Pd.

Hasilnya, Thifal Tazkya Wishal dari SMAN 7 Mimika meraih juara pertama.

Juara kedua diraih Zivanna Hawa Omega Romer (SMAN 1 Mimika), dan juara ketiga diraih Sherina Anggie Esterlyta (SMA Kristen Kalam Kudus).

Sementara Shelomita Apriliani (SMA Kristen Kalam Kudus) mendapat penghargaan juara harapan.

Thifal mengaku bangga bisa menjadi bagian dari lomba yang digagas Brother Leon English Club ini.

“Perasaan saya campur aduk saat tampil. Sempat khawatir soal ekspektasi orang terdekat dan penampilan di panggung, tapi saya sangat senang bisa ikut kesempatan luar biasa ini,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan berinovasi.

“Semoga lomba ini memotivasi remaja Timika untuk sadar bahwa Bahasa Inggris adalah kunci membuka banyak kesempatan,” tambahnya.

Ketua panitia, Deasy Natalia Lessu, juga berpesan agar generasi muda terus mengangkat cerita lokal.

“Jangan biarkan cerita kita hilang. Kumandangkan dalam Bahasa Inggris agar dunia tahu betapa indahnya Papua,” tegasnya.

Acara ini menjadi momentum penting menunjukkan bahwa bahasa dan budaya dapat berjalan berdampingan dalam ruang kreatif, sekaligus menginspirasi generasi muda Papua untuk bangga pada identitasnya. (a77)

Jumlah Pengunjung: 8

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |