TIMIKAEXPRESS.id – “Jas Merah” atau “Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah”, pesan Presiden Soekarno pada 17 Agustus 1966, menjadi pengingat penting bagi masyarakat Mimika untuk menjaga warisan sejarah dan kearifan lokal dari gempuran globalisasi.
Salah satunya adalah lagu daerah Eme Neme Yauware, ciptaan almarhum Klemen Tinal—mantan Bupati Mimika dan Wakil Gubernur Papua—bersama legenda musik Melky Goeslaw.
Lagu ini bukan sekadar karya seni, tetapi juga simbol persatuan dan identitas Kabupaten Mimika.
Anggota DPRK Mimika, H. Iwan Anwar,SH.,MH., dalam sidang paripurna pada pertengahan Maret lalu, menegaskan bahwa sejarah Mimika perlu diangkat kembali agar tidak dilupakan.
“Sejarah ini sangat penting, terutama terkait pemekaran Mimika dari Kabupaten Fakfak. Banyak orang mulai lupa. Kalau tidak diingatkan, lama-lama bisa hilang,” ujarnya.
Iwan menyebut beberapa tokoh penting yang berjasa dalam terbentuknya Mimika, antara lain almarhum Yohanis Kapiyau—kepala suku umum dan pejuang Pepera—serta HJ.
Harunan, anggota DPRD masa transisi yang berperan dalam proses pemekaran serta keberadaan PT Freeport Indonesia di Mimika.
Ia mendorong pemerintah mengalokasikan anggaran untuk kajian sejarah Mimika, termasuk mendokumentasikan jasa para tokoh.
“Tokoh-tokoh ini harus tercatat dalam sejarah daerah,” katanya.
Selain sejarah, Iwan menekankan pentingnya Eme Neme Yauware, yang artinya Bersatu, Bersaudara, Membangun, sebagai warisan budaya.
Lagu ini menggabungkan kata dari dua suku asli Mimika—Kamoro di dataran rendah dan Amungme di dataran tinggi—dan sarat pesan persatuan membangun tanah Papua.
“Kami ingin lagu ini menjadi bagian dari identitas resmi Mimika. Sudah mulai dinyanyikan dalam kegiatan resmi, bahkan dilombakan di berbagai event,” ujarnya.
Ia berharap lagu ini ditetapkan sebagai lagu wajib dalam setiap acara formal di Mimika.
“Lagu ini simbol kebanggaan yang mempersatukan masyarakat Mimika,” tegasnya.
Dengan mengangkat sejarah dan kearifan lokal, termasuk lagu Eme Neme Yauware, Iwan berharap masyarakat Mimika semakin menghargai perjuangan para pendahulu serta menumbuhkan rasa cinta dan bangga pada Tanah Amungsa Bumi Kamoro. (*/)
Berikut syair lagu Eme Neme Yauware
Derap-derap langkah
Meniti impian karya anak bangsa
Padamu persada anak cucu kita ingin ku sembahan
Terbit matahari dari timur sana ku ikut menyapa
Menyinari pusaka taman eden kedua di tanah Papua
Rencana strategis sbagai tolak ukur membangun papua Dorongan terpadu menuju cita-cita
Bangun seluruh kampungku
Budayakan masyarakatku
Untuk mandiri sejahtera
Eme Neme Jauware
Eme Neme Jauware
Bersatu bersaudara kita membangun tanah Papua
Eme Neme Jauware
Eme Neme Jauware
Biarlah tangan Tuhan memberkati tanah Papua tercinta.
Jumlah Pengunjung: 5