Viktor Mambor Ingatkan Jurnalis Papua jadi Aktor Utama Pemberitaan

6 days ago 24
FOTO BERSAMA – Pemimpin Umum PT Media Jubi Papua Viktor Mambor didampingi moderator Roni Hisage berfoto bersama peserta dari kalangan pelajar dan mahasiswa usai sesi tanya jawab dalam Workshop Festival Media Se-Tanah Papua 2026 di Nabire, Rabu (14/1/2026). (FOTO:PANITIA FESTIVAL MEDIA 2026)

TIMIKA, timikaexpress.id – Pemimpin Umum PT Media Jubi Papua, Viktor Mambor, mendorong jurnalis Papua untuk menjadi pemain utama dalam meliput potensi besar Tanah Papua, bukan sekadar penonton ketika media dari luar daerah mendominasi pemberitaan.

Seruan ini disampaikan Viktor Mambor dalam workshop bertajuk “Pitching yang Menjual: Cara Meyakinkan Sponsor Potensial” pada Festival Media Se-Tanah Papua di Kabupaten Nabire, Rabu (14/1/2026).

Workshop yang dupandu oleh Roni Hisage ini diikuti pelajar, mahasiswa, dan jurnalis, sebagai bagian dari festival yang diinisiasi Asosiasi Wartawan Papua (AWP) dan berlangsung pada 13–15 Januari 2026.

Viktor menegaskan, jurnalis Papua seharusnya menjadi aktor utama dalam mengangkat potensi daerahnya sendiri, bukan terjebak dalam mentalitas “harap gampang” atau bergantung pada media dari luar Papua.

“Kita orang Papua ini sebenarnya pemain utama. Jadi jangan tenggelam dalam semangat ‘harap gampang’,” ujarnya.

Ia mencontohkan potensi hutan Papua yang masuk tiga besar secara nasional, namun liputan mendalam justru lebih banyak dilakukan media dari luar Papua.

“Papua ini tiga besar potensi hutan. Tapi liputan soal hutan tidak pernah anak Papua yang buat, justru media luar. Kita punya potensi besar, tapi tidak dimanfaatkan. Kita harus jadi pemain di tanah sendiri, jadi tuan di negeri sendiri,” tegasnya.

Viktor berharap Festival Media Se-Tanah Papua terus berlanjut sebagai ruang peningkatan kapasitas jurnalis Papua.

“Festival ini harus terus berjalan karena ini untuk kita anak-anak Papua, supaya kapasitas kita meningkat,” katanya.

Ia juga menjelaskan prinsip “apple to apple” dalam membangun kerja sama sponsor dan menghasilkan karya jurnalistik berkualitas.

“Kalau mau dapat apple, kita juga harus apple. Mau pancing ikan besar, umpannya juga harus besar. Tidak mungkin pakai umpan kecil mau dapat hiu,” ujarnya.

Selain itu, Vikror mengkritik sikap “terlalu manja” dan mentalitas instan yang masih ditemui di kalangan jurnalis Papua.

Ia menekankan pentingnya solidaritas dan saling membantu di lapangan.

“Di lapangan kita harus kompak, saling tolong, jangan saling menjatuhkan. Kalau ada yang liputan, bantu sampai ke narasumber. Intinya saling tolong, terutama sesama anak Papua,” pungkasnya.

Festival Media Se-Tanah Papua berlangsung 13–15 Januari 2026, dihadiri 149 jurnalis dari enam provinsi di Tanah Papua, dengan rangkaian kegiatan pelatihan jurnalistik investigasi, talk show, pameran foto, serta malam penganugerahan Papua Jurnalistik Award 2026. (*/vis)

Jumlah Pengunjung: 19

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |