Konflik Kapiraya Berkepanjangan, Keuskupan Timika Keluarkan 6 Seruan

10 hours ago 3
KONFERENSI PERS – Ketua Seksi Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (SKP) Keuskupan Timika, Saul Wanimbo (kiri) didampingi Sekretaris SKP, Rudolf Kambayong (tengah), serta Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA (kanan), saat menggelar konferensi pers, Kamis (5/3/2026).

TIMIKA, timikaexpress.id – Keuskupan Timika menyatakan keprihatinan mendalam terhadap konflik berkepanjangan yang terjadi di wilayah Kapiraya antara masyarakat Suku Kamoro dan Suku Mee.

Melalui konferensi pers yang digelar Kamis (5/3/2026), pihak keuskupan menyampaikan enam seruan profetis sebagai bentuk keprihatinan sekaligus ajakan untuk menghentikan konflik yang dinilai telah mengganggu kehidupan masyarakat.

Seruan tersebut disampaikan oleh Ketua Seksi Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (SKP) Keuskupan Timika, Saul Wanimbo didampingi Sekretaris SKP, Rudolf Kambayong, serta Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA.

Rudolf Kambayong menjelaskan bahwa wilayah pesisir Mimika selama ini dikenal sebagai daerah yang damai dengan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, kondisi tersebut berubah akibat aktivitas pertambangan masyarakat di Kampung Wakia dan sekitarnya, termasuk wilayah Kapiraya.

Menurutnya, persoalan pertambangan rakyat serta batas wilayah adat dan administrasi antarkabupaten memicu ketegangan yang kemudian berkembang menjadi konflik antarwarga.

“Pertambangan masyarakat lokal dan persoalan batas wilayah inilah yang memperhadapkan masyarakat atas dan masyarakat bawah hingga memicu konflik,” ujarnya.

Ia menambahkan, konflik yang terjadi tidak lagi hanya menggunakan senjata tradisional, tetapi juga senjata modern seperti senapan angin yang dikenal masyarakat sebagai “senjata tabung”.

Akibat konflik tersebut, sejumlah warga mengalami luka-luka serta kerugian material.

Bahkan sebagian masyarakat terpaksa meninggalkan kampung, rumah, dan dusun untuk mencari tempat yang lebih aman.

Dalam kesempatan itu, pihak keuskupan juga mengingatkan pesan moral Gereja Katolik melalui ensiklik Laudato Si’ yang menekankan pentingnya menjaga bumi sebagai “rumah bersama”, serta membangun keadilan sosial dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan dan kehidupan manusia.

“Kami sangat prihatin dengan konflik antar masyarakat yang terjadi saat ini. Karena itu kami mengajak semua pihak, khususnya umat beriman yang sedang menjalani masa pra-Paskah, untuk berdoa dan memohon tuntunan Tuhan agar hati dan pikiran kita dibersihkan sehingga mampu menemukan jalan damai,” ujar pihak keuskupan.

Dalam konferensi pers tersebut, Keuskupan Timika juga menyampaikan enam seruan terkait konflik Kapiraya, yakni:

1. Pemerintah pusat diminta segera mengambil langkah cepat untuk membantu warga pengungsi, terutama dalam penyediaan bahan makanan dan layanan kesehatan.

2. Semua perusahaan dan pihak yang melakukan aktivitas pertambangan di wilayah konflik diminta menghentikan sementara operasinya hingga konflik diselesaikan secara hukum dan damai.

3. Kepolisian diminta menjalankan tugas pengamanan secara profesional, netral, dan proporsional guna melindungi warga sipil serta mencegah konflik meluas.

4. Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia diminta meninjau ulang Surat Keputusan terkait tapal batas administrasi kabupaten yang menjadi salah satu sumber persoalan.

5. Masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, dan umat beriman diimbau menahan diri serta tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.

6. Semua pihak yang memiliki niat baik diminta mendukung upaya tim harmonisasi dalam proses perdamaian yang sedang berjalan.

Menutup pernyataannya, pihak Keuskupan Timika berharap seluruh pihak dapat mencari jalan terbaik untuk menyelesaikan konflik secara damai agar masyarakat dapat kembali hidup berdampingan secara harmonis.

“Kami berdoa agar Tuhan menuntun kita semua untuk menemukan jalan penyelesaian yang baik, sehingga Tanah Papua tetap menjadi berkat bagi semua orang,” pungkasnya. (via)

Jumlah Pengunjung: 63

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |