Umat Katolik Tionghoa Timika Rayakan Imlek dengan Misa Syukur di Gereja St. Imanuel Mapurujaya

13 hours ago 5
MISA SYUKUR – Uskup Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, didampingi Pastor Lambert Kopong, Pr., dan Pastor Bobi, Pr, usai memimpin misa syukur perayaan Imlek 2577 Kongzili 2026 di Gereja Imanuel Mapurujaya, Minggu (1/3/2026). (FOTO:MAURITS/TIMEX)

TIMIKA,timikaexpress.id – Umat Katolik Tionghoa Timika (KTT), Kabupaten Mimika, Papua Tengah, merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili 2026 dengan misa syukur di Gereja Katolik St. Imanuel, Mapurujaya, Minggu (1/3/2026).

Perayaan mengusung tema nasional “Harmoni Imlek Nusantara”, diwarnai dengan pembagian bingkisan kasih dan angpao kepada umat paroki setempat.

Misa dipimpin oleh Uskup Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, didampingi Pastor Lambert Kopong, Pr., dan Pastor Bobi, Pr.

Hadir dalam perayaan ini Bupati Mimika, Johannes Rettob, beserta istri Ny. Suzi Rettob, Ketua PSMTI Kabupaten Mimika, Rusli Gunawan, Ketua KTT Vincent Hendra, pengurus, dan ratusan umat Katolik Tionghoa serta ribuan umat Paroki Imanuel Mapurujaya.

Perayaan kali ini berbeda dari misa biasa karena diawali perarakan dengan musik dan tarian Barongsai bernuansa Mandarin, serta dekorasi ornamen khas budaya Tionghoa.

Dalam khotbahnya, Uskup Bernardus menekankan makna Tahun Shio Kuda Api yang jatuh pada 17 Februari 2026: memberikan semangat, keberanian, dan kreativitas.

Ia mengaitkan makna spiritual ini dengan bacaan I, “Panggilan Abraham, bapa umat Allah” (Kej. 12:1-4a), dan menekankan pentingnya membangun sejarah yang membawa berkat bagi Gereja dan masyarakat.

Uskup juga mengajak umat untuk menjadi pelaku sabda, membangun karya iman, kasih, dan pengharapan.

Seperti halnya Veronika Coman, yang membela hak-hak asli orang Papua, kini berada di Australia karena diburu intelijen Indonesia.

Ia berharap komunitas Tionghoa terus menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah iman di Keuskupan Timika, sekaligus menumbuhkan generasi yang terpanggil menjadi imam, pelayan altar, dan pemimpin yang berani memperjuangkan keadilan.

Ketua KTT, Vincent Hendra mengawali sambutan, menyebutkan bahwa rangkaian kegiatan Imlek dimulai sejak 17 Mei 2017, dengan puncak dirayakan bersamaan dengan bulan purnama.

Dalam kesempatan ini, KTT membagikan bingkisan kasih dan 150 rosario kepada umat setelah diberkati Uskup.

Sementara itu, Rusli Gunawan, Ketua PSMTI Kabupaten Mimika, menyampaikan ucapan syukur atas kebersamaan umat, pengurus, dan panitia.

Ia menyoroti pertumbuhan jumlah umat Katolik Tionghoa Timika yang kini sekitar 25–70 jiwa, serta perjalanan Misa Syukur Imlek yang telah memasuki tahun kelima.

Rusli juga mengapresiasi progres pembangunan gereja baru di wilayah SP1 yang saat ini mencapai sekitar 70 persen, dan mengajak seluruh umat serta komunitas untuk mendukung keberlangsungan pembangunan dan kehidupan menggereja.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Mimika, Johannes Rettob menekankan pentingnya harmoni lintas umat, toleransi, dan pelayanan sosial yang menjangkau seluruh kampung.

Ia mengingatkan agar umat tetap setia beribadah sepanjang tahun, tidak hanya saat ada perayaan besar.

Perayaan ini menandai Misa Syukur Imlek kelima bagi umat Katolik Tionghoa Timika, setelah sempat terhenti selama pandemi COVID-19.

Lokasi misa sebelumnya berganti-ganti, termasuk Gereja Katedral Tiga Raja, Santa Sisilia SP2, Santo Stefanus Sempan, dan Santo Petrus SP3. Tahun ini, misa kembali digelar di Gereja St. Imanuel Mapurujaya dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan.

Uskup Bernardus menutup sambutan dengan doa agar semangat kebersamaan ini membawa suka cita bagi seluruh umat, sekaligus menumbuhkan generasi muda yang tergerak untuk melayani Gereja di masa depan. (vis)

Jumlah Pengunjung: 29

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |