Festival Media Papua 2026: Pemerintah Papua Tengah Dukung Kebebasan Pers yang Bertanggung Jawab

1 week ago 22
TABUH TIFA – Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Tengah, H. Tumiran, S.Sos., M.AP, didampingi Bupati Intan Jaya, Aner Maiseni, Anggota DPR Papua Tengah Nancy Raweyai, Ketua Asosiasi Wartawan Papua (AWP) Elisa Sekenyap, serta wartawan senior Papua, Molas Krenak, Krist Ansaka, Dominggus Mampioper, menabuh tifa menandai pembukaan Festival Media 2026 di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Selasa (12/1/2026). (FOTO: Panitia Fesmed 2025)

NABIRE, timikaexpress.id – Festival Media se-Tanah Papua Tahun 2026 resmi dibuka pada Selasa (13/1/2026).

Kegiatan ini menjadi festival media pertama yang digelar di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, dan akan berlangsung selama tiga hari, 13–15 Januari 2026.

Pembukaan festival dipusatkan di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Morgo, Nabire.

Acara dibuka secara resmi oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Tengah, H. Tumiran, S.Sos., M.AP., ditandai dengan pemukulan tifa.

Pembukaan tersebut turut disaksikan Bupati Intan Jaya, Aner Maiseni, Ketua Asosiasi Wartawan Papua (AWP) Elisa Sekenyap, serta sejumlah wartawan senior Papua, di antaranya Molas Krenak, Krist Ansaka, Dominggus Mampioper, Rustam Madubun, dan Viktor Mambor, serta para jurnalis dari enam provinsi di Tanah Papua.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum.

Dalam sambutan Gubernur Papua Tengah, Meki Frits Nawipa, yang dibacakan oleh Tumiran, disampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh insan pers dari berbagai wilayah di Tanah Papua.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, saya menyampaikan selamat datang kepada seluruh wartawan, insan media, dan tamu kehormatan.

Kehadiran bapak dan ibu sekalian merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi kami, karena Nabire hari ini menjadi ruang temu insan pers Papua lintas generasi dan lintas platform,” ujar Tumiran.

Gubernur menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan daerah, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga penjaga nurani publik serta mitra kritis pemerintah.

Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi jurnalis Papua, mulai dari keterbatasan infrastruktur, tantangan keamanan, hingga pesatnya perkembangan teknologi digital.

Karena itu, Festival Media se-Tanah Papua dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas dan profesionalisme jurnalis Papua.

Festival ini diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain pelatihan jurnalistik dan investigasi, keamanan digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam jurnalisme, serta diskusi mengenai jurnalisme damai.

“Festival ini menjadi ruang belajar dan refleksi bagi insan pers Papua agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan etika jurnalistik, nilai kemanusiaan, serta keseimbangan dalam pemberitaan,” lanjutnya.

Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam mendukung kebebasan pers yang bertanggung jawab serta mendorong terciptanya ekosistem media yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua AWP, Elisa Sekenyap, menyampaikan bahwa Festival Media se-Tanah Papua 2026 merupakan tonggak sejarah penting bagi dunia pers Papua, khususnya di Papua Tengah.

“Festival ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat solidaritas jurnalis Papua. Media Papua harus berdiri kuat, profesional, dan berpihak pada kebenaran serta kemanusiaan,” ujarnya.

Elisa menegaskan komitmen AWP dalam mendorong peningkatan kapasitas jurnalis Papua agar mampu bersaing di era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal.

“Media Papua harus mampu menceritakan Papua secara utuh, tidak hanya tentang konflik, tetapi juga harapan, potensi, dan kekuatan masyarakat Papua,” tambahnya.

Ketua Panitia Festival Media se-Tanah Papua 2026, Abeth Abraham You, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival media pertama di Nabire.

“Festival ini dirancang sebagai ruang belajar, berbagi pengalaman, serta membangun jejaring antarjurnalis se-Tanah Papua. Kami ingin jurnalis Papua semakin siap menghadapi tantangan zaman, termasuk perkembangan teknologi dan isu-isu kompleks di daerah,” kata Abeth.

Ia berharap hasil festival tidak berhenti pada diskusi, tetapi melahirkan karya-karya jurnalistik berkualitas yang berdampak langsung bagi masyarakat Papua.

“Festival Media se-Tanah Papua 2026 diharapkan menjadi wadah lahirnya gagasan, kolaborasi, dan penguatan profesionalisme insan pers Papua demi terwujudnya Papua yang damai, bermartabat, dan berkeadilan,” tutupnya.

Pada rangkaian kegiatan penutupan nanti, panitia akan menggelar malam penganugerahan Papua Journal Association Award 2021.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pameran foto jurnalistik serta talkshow bertema “Jurnalisme Humanisme dan Suara dari Pinggiran” yang dibawakan oleh Molas Krenak, dengan moderator Krist Ansaka.

Dalam kesempatan tersebut, Molas memberikan penguatan kepada insan pers Papua melalui kisah perjalanan panjangnya menekuni profesi wartawan, yang mengantarkannya bertugas di desk liputan Istana Negara sejak era Presiden Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, hingga Susilo Bambang Yudhoyono. (vis)

Jumlah Pengunjung: 18

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |