GENANGAN AIR – Ruas Jalan P. Magal yang tergenang air, termasuk sejumlah rumah warga saat hujan deras yang mengguyur kota Timika, Rabu (6/5/2026) siang. (FOTO:DOK.PRIBADI)
MIMIKA, timikaexpress.id — Hujan deras yang mengguyur Kota Timika dan sekitarnya, Rabu (6/5/2026), memicu banjir dan genangan air di sejumlah ruas jalan hingga permukiman warga.
Genangan akibat drainase yang tersumbat terlihat di beberapa titik, di antaranya Jalan Yos Sudarso, Jalan Ahmad Yani, Jalan P. Magal di kawasan Kwamki Baru, serta Jalan Serui Mekar.
Air tidak hanya menggenangi badan jalan, tetapi juga masuk ke rumah-rumah warga.
Kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat serta membahayakan pengguna jalan karena permukaan menjadi licin dan becek.
Salah satu warga di Jalan P. Magal, Herman, mengeluhkan kondisi tersebut melalui unggahan di media sosial.
Ia meminta perhatian pemerintah distrik untuk segera mengambil langkah penanganan.
“Ibu Kadistrik yang baru, tolong bantu atasi situasi yang kami alami setiap tahun, bahkan sudah berlangsung sekitar 12 tahun,” ujarnya.
Dari video yang diunggah, genangan air terlihat mencapai di atas mata kaki orang dewasa.
Pantauan di lapangan menunjukkan saluran drainase dipenuhi sampah plastik, potongan kayu, serta material lainnya, sehingga aliran air tidak berjalan normal dan menyebabkan genangan di berbagai titik.
Menanggapi kondisi tersebut, pihak Distrik Mimika Baru telah mengerahkan petugas untuk membersihkan Daerah Aliran Sungai (DAS), khususnya di Jalan K.H. Dewantara.
Pembersihan dilakukan dengan mengangkat sampah yang menyumbat aliran air.
Herman menambahkan, genangan air hampir selalu terjadi setiap kali hujan deras.
“Kalau hujan intensitas tinggi, pasti tergenang. Drainase tersumbat, jadi air tidak mengalir lancar,” katanya.
Selain mengganggu aktivitas, kondisi lingkungan yang kotor dan lembap juga dikhawatirkan memicu munculnya berbagai penyakit.
Warga berharap pemerintah segera melakukan normalisasi drainase dan DAS agar aliran air kembali lancar dan kejadian serupa tidak terus berulang.
Di sisi lain, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan juga menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya penyumbatan drainase dan DAS.
Persoalan ini kembali menegaskan bahwa pengelolaan sampah dan sistem drainase masih menjadi tantangan serius di Timika, terutama saat musim hujan.
Jika tidak segera ditangani, genangan yang terjadi berpotensi berkembang menjadi masalah yang lebih besar dan berdampak luas bagi masyarakat. (*)
Jumlah Pengunjung: 6

2 hours ago
4

















































