NABIRE, timikaexpress,id – Festival Media (Fesmed) Se-Tanah Papua untuk pertama kalinya digelar di ibu kota Provinsi Papua Tengah, Nabire dipastikan siap dilaksanakan.
Panitia menyebut persiapannya telah mencapai 90 persen menjelang pelaksanaan yang dijadwalkan selama tiga hari, 13–15 Januari 2026 di Nabire.
Hal ini disampaikan Ketua Panitia Festival Media Se-Tanah Papua, Abeth Youw, usai memimpin rapat koordinasi di Nabire, Selasa (6/1/2026).
Ia mengatakan seluruh persiapan, baik teknis maupun substansi kegiatan, hampir rampung.
“Festival media pertama di Tanah Papua ini siap kami laksanakan di Nabire. Kegiatan ini terwujud berkat dukungan penuh Gubernur Papua Tengah serta semangat dan kebersamaan insan pers di Tanah Papua,” ujar Abeth.
Menurutnya, Fesmed Se-Tanah Papua dirancang sebagai ruang kolaborasi yang inklusif.
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan wartawan, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum, mulai dari pelajar, mahasiswa, aktivis pemuda, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
“Partisipasi publik menjadi kekuatan utama festival ini. Kami mengajak pelajar, mahasiswa, komunitas pemuda, dan pelaku UMKM untuk terlibat aktif, baik yang telah mendaftar melalui barcode pendaftaran maupun yang hadir langsung di lokasi kegiatan,” jelasnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, festival akan diisi dengan seminar, diskusi, serta kelas-kelas tematik yang membahas isu strategis seputar dunia media dan tantangan pembangunan di Tanah Papua.
Tema yang diangkat antara lain kebebasan pers, keamanan jurnalistik, jurnalisme damai, perlindungan lingkungan dan sumber daya alam, serta penguatan hak-hak Orang Asli Papua.
Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pembekalan terkait sosialisasi KUHP dan KUHAP terbaru, teknik liputan investigasi, peliputan di kawasan taman nasional, pengelolaan media sosial, serta pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam kerja jurnalistik.
Panitia berharap Fesmed Se-Tanah Papua tidak hanya menjadi ajang temu insan pers, tetapi juga menjadi wadah edukasi publik yang mendorong peningkatan literasi media, jurnalisme yang bertanggung jawab, serta peran media dalam menjaga demokrasi, lingkungan, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat adat di Tanah Papua. (*/)
Jumlah Pengunjung: 22

1 day ago
9
















































