Satu Tahun Kepemimpinan Meki Nawipa–Deinas Geley, Fondasi Papua Tengah Mulai Diperkuat

9 hours ago 6
DIALOG – Suasana dialog publik bertajuk “Satu Tahun Kepemimpinan Meki Nawipa–Deinas Geley” bersama jurnalis senior Andi F. Noya, Jumat (20/2/2026), di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire. (FOTO:ISTIMEWA)

NABIRE, timikaexpress.id — Memasuki satu tahun kepemimpinan definitif, Gubernur Papua Tengah Meki Frits Nawipa bersama Wakil Gubernur Deinas Geley menegaskan komitmen membangun fondasi kuat bagi masa depan Papua Tengah.

Refleksi kinerja tahun pertama tersebut disampaikan melalui dialog publik bertajuk “Satu Tahun Kepemimpinan Meki Nawipa–Deinas Geley” yang menghadirkan jurnalis senior Andi F. Noya, Jumat (20/2/2026), di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire.

Kegiatan ini disiarkan langsung oleh sejumlah stasiun televisi dan diliput berbagai media nasional dan daerah.

Sebagai provinsi Daerah Otonomi Baru (DOB), Papua Tengah memfokuskan tahun pertama pemerintahan pada peletakan dasar kebijakan strategis.

Nawipa menegaskan, sektor pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.

Pendidikan dan Kesehatan jadi Prioritas

Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah merealisasikan program pendidikan gratis bagi 217 siswa, serta memberikan bantuan kepada 150 siswa di lembaga pendidikan unggulan.

Dukungan pembiayaan juga diberikan kepada ribuan mahasiswa asal Papua Tengah yang menempuh pendidikan di dalam dan luar negeri.

Penguatan kualitas sumber daya manusia dilakukan melalui sertifikasi guru, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta transformasi digital pendidikan dengan distribusi 200 unit laptop.

Program full day school disertai penyediaan makanan bergizi juga dijalankan, sekaligus membuka lapangan kerja bagi mama-mama Papua.

Di sektor kesehatan, pemerintah berkomitmen memperluas akses layanan hingga ke wilayah pegunungan dan daerah terpencil.

Sinergi Pemerintahan dan Tata Kelola Transparan

Nawipa menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, khususnya dalam pengelolaan pendidikan menengah.

Ia juga menegaskan komitmen membangun tata kelola pemerintahan yang transparan dan berbasis data.

Salah satu kebijakan yang disiapkan adalah pemberian jaminan sosial bagi pelayan keagamaan lintas agama melalui program BPJS Ketenagakerjaan, yang saat ini masih dalam tahap verifikasi dan validasi data.

Pemberdayaan Ekonomi dan Infrastruktur Sosial

Di bidang ekonomi, Pemprov Papua Tengah meluncurkan program bantuan 1.000 unit sepeda motor bagi perempuan muda yang belum memiliki pekerjaan tetap, sebagai alat kerja produktif untuk mendukung aktivitas ekonomi kampung.

Pemerintah juga merencanakan pembangunan panti asuhan berkapasitas 200 orang di lima wilayah, serta mendorong penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya di sektor pertambangan.

Intervensi ekonomi difokuskan pada sektor perikanan, peternakan, pertanian, dan perkebunan, termasuk pengembangan komoditas kopi di wilayah Paniai, Dogiyai, Puncak Jaya, dan Deiyai.

Wakil Gubernur Deinas Geley menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan diukur dari sejauh mana keadilan sosial dan pelayanan dapat dirasakan masyarakat paling bawah, khususnya Orang Asli Papua (OAP).

“Semua program ini adalah pondasi. Kita sedang menancapkan dasar yang kuat untuk generasi dan masa depan anak cucu Papua Tengah,” tegas Gubernur Nawipa. (*)

Jumlah Pengunjung: 30

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |