TARIAN – Pelajar SATP menampilkan tarian rasa sayang saat kegiatan Kokurikuler Day 2026 di SATP Mimika, Kamis (9/4/2026). (FOTO: GREN/TIMEX)
TIMIKA,timikaexpress.id – Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) Mimika menggelar kegiatan Kokurikuler Day 2026 sebagai upaya meningkatkan karakter sekaligus kreativitas pelajar.
Kegiatan yang mengusung tema “Karya Nusantara, Kreativitas Anak Bangsa” ini berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat (9–10 April 2026), dan diikuti oleh pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) kelas II hingga VI.
Berbagai kegiatan ditampilkan dalam ajang ini, di antaranya pentas drama dongeng nusantara (kelas II), market day (kelas III), pameran karya siswa (kelas IV dan VI), serta tarian nusantara (kelas VI).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Kepala Perwakilan YPL Bidang Pendidikan, Oktavianus Vic Rori, Kepala SATP Mimika Sonianto Kuddi, serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Dewa Komang Tri Mahayana.
Kepala SATP, Sonianto Kuddi, mengatakan bahwa Kokurikuler Day merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran yang bertujuan memperdalam sekaligus memperkaya materi yang diperoleh siswa di kelas.
“Untuk kelas I, kegiatan serupa telah dilaksanakan sebelumnya. Sementara siswa SMP juga telah mengikuti kegiatan seperti penulisan karya ilmiah, bahkan beberapa di antaranya lolos seleksi Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI),” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini dirancang dengan prinsip pembelajaran mendalam yang menekankan suasana belajar yang menyenangkan, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan peserta didik.
“Tidak hanya fokus pada akademik, kegiatan ini juga membentuk karakter anak, seperti disiplin, kerja sama, kepatuhan, dan tanggung jawab,” jelasnya.
Menurutnya, pada tahun 2026 SATP mulai menguatkan pendekatan kokurikuler yang tidak hanya mengintegrasikan pembelajaran pagi dan sore, tetapi juga menitikberatkan pada pembentukan karakter siswa.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Dewa Komang Tri Mahayana, menyampaikan bahwa persiapan kegiatan telah dilakukan sejak Januari 2026.
Ia merinci, setiap jenjang kelas memiliki fokus kegiatan berbeda.
Kelas II menampilkan drama dan tari nusantara, kelas III menggelar market day, kelas IV melakukan kegiatan penghijauan, kelas V mengangkat kearifan lokal dalam bentuk buku saku, dan kelas VI menampilkan tarian tradisional.
“Seluruh kegiatan ini terintegrasi dengan berbagai mata pelajaran seperti Seni Budaya, Bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila, hingga lingkungan hidup,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala Perwakilan YPL Bidang Pendidikan, Oktavianus Vic Rori, mengapresiasi langkah SATP dalam mendorong pengembangan karakter dan kreativitas pelajar.
“Kegiatan ini sejalan dengan visi SATP dalam mencetak generasi yang unggul, kreatif, dan berkarakter,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, SATP diharapkan mampu terus melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat serta daya saing tinggi. (via)
Jumlah Pengunjung: 123

17 hours ago
10

















































