Bupati Mimika Johannes Rettob (kiri) dan Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau (FOTO: YUDITH SANGGU/TIMEX)
TIMIKA, timikaexpress.id – Pemerintah Kabupaten Mimika bersama DPRK Mimika sepakat membangun Gedung Perawatan C2 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika dengan skema anggaran tahun jamak (multi years) senilai lebih dari Rp 242 miliar.
Dukungan terhadap proyek ini disampaikan Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, yang menilai pembangunan gedung baru menjadi kebutuhan mendesak karena kapasitas RSUD saat ini sudah tidak lagi memadai.
“Kondisi rumah sakit sudah melebihi kapasitas ideal.
Jumlah tempat tidur tidak sebanding dengan pasien rawat inap, sehingga berdampak pada kualitas pelayanan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Bupati Mimika, Johannes Rettob.
Ia mengungkapkan bahwa RSUD Mimika yang berstatus tipe C dengan standar minimal 181 tempat tidur, kini kerap menampung hingga 300 pasien.
Akibat keterbatasan ruang, pihak rumah sakit bahkan harus menempatkan pasien di berbagai area tambahan seperti selasar, ruang doa, hingga ruang lainnya.
“Ini kondisi yang tidak bisa dibiarkan terus-menerus. Karena itu pembangunan gedung baru menjadi sangat mendesak,” tegasnya.
RSUD Mimika juga tidak hanya melayani masyarakat lokal, tetapi menjadi rujukan utama bagi sejumlah wilayah di Papua Tengah, seperti Puncak, Paniai, Deiyai, Dogiyai, hingga Nduga.
Untuk itu, pembangunan Gedung Perawatan C2 dinilai sebagai solusi strategis dalam meningkatkan kapasitas sekaligus mutu pelayanan kesehatan di Mimika.
Proyek ini akan menggunakan skema multi years selama tiga tahun, dengan tujuan memastikan keberlanjutan pembangunan tanpa kendala administratif.
Selain itu, pengerjaan akan ditangani oleh satu kontraktor dari awal hingga selesai guna menghindari persoalan teknis maupun konflik antar pelaksana.
Ketua DPRK Mimika menegaskan pihaknya akan menjalankan fungsi pengawasan secara ketat agar proyek berjalan sesuai rencana.
“Kami memastikan seluruh tahapan dilakukan secara transparan, tepat waktu, serta anggaran dikelola secara efisien dan akuntabel,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Pemkab Mimika juga berupaya mencari sumber pendanaan tambahan sekitar Rp 25 miliar agar proyek tetap berjalan optimal.
Bupati mengakui, saat ini terjadi penurunan signifikan Dana Bagi Hasil (DBH), dari Rp1,9 triliun menjadi Rp1,1 triliun, sehingga berdampak pada kondisi keuangan daerah.
“Meski ada defisit, kami berupaya mencari solusi tanpa berutang, termasuk mengoptimalkan SILPA dan Pendapatan Asli Daerah,” jelasnya.
Selain pembangunan gedung, pemerintah juga merencanakan peningkatan fasilitas penunjang, seperti penambahan alat cuci darah, perbaikan CT Scan, hingga pengadaan MRI guna memperkuat layanan kesehatan dan menjadikan Mimika sebagai pusat rujukan di Papua.
Dengan pembangunan ini, diharapkan pelayanan kesehatan di RSUD Mimika dapat kembali optimal, nyaman, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara luas. (*)
Penulis : Yudith Sanggu
Editor : Maurits Sadipun
Jumlah Pengunjung: 77

5 hours ago
4

















































