TIMIKA, timikaexpress.id – Di tengah keterbatasan akses pendidikan dan peluang di Indonesia Timur, nama Resto Thomas Aquino Jehabut hadir sebagai simbol bahwa mimpi besar bisa lahir dari tempat sederhana, dan benar-benar terbang tinggi.
Pemuda asal Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, ini bukan sekadar pilot muda.
Ia adalah representasi tekad, disiplin, dan keberanian untuk menembus batas.
Dari Timika ke Akar Manggarai
Resto lahir pada 28 Januari 1999 di Timika, Papua, kini Papua Tengah.
Meski demikian, akar keluarganya kuat tertanam di Manggarai Barat, Flores.
Ia tumbuh dalam keluarga sederhana.
Sang ayah, Kanisius Jehabut, adalah mantan anggota Polri, yang kemudian memilih pensiun dan menjadi seorang legislator dari Partai Gerindra di tanah kelahirannya.
Sementara ibunya, Cicilia Pawara, karyawati swasta di Mimika, yang dikenal sebagai sosok yang sangat menekankan pentingnya pendidikan.
Nilai disiplin dan kerja keras sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak kecil.
Masa Kecil Sederhana, Mimpi yang Bertumbuh
Perjalanan masa kecil Resto jauh dari kata mudah.
Ia terbiasa menjalani aktivitas dengan keterbatasan, bahkan kerap menggunakan ojek untuk pergi ke sekolah.
Menariknya, cita-cita awalnya pun sederhana, menjadi tukang ojek.
Namun hidup membawanya ke jalur berbeda.
Ia sempat menempuh pendidikan di seminari, berpindah dari Bali hingga Makassar, sebelum akhirnya menemukan kembali arah hidupnya.
Di sanalah karakter dan kedisiplinannya benar-benar ditempa.
Titik Balik Mengenal Dunia Penerbangan
Kesempatan besar datang pada 2016, ketika ia diperkenalkan pada sekolah penerbangan.
Bersama sang ayah, Resto berangkat ke Jakarta, langkah awal menuju dunia yang sebelumnya terasa jauh dari jangkauan.
Ia kemudian diterima di Genesa Flight Academy di Cilacap, setelah melewati berbagai seleksi ketat, mulai dari kesehatan, psikologi, hingga akademik.
Perjalanan ini tidak lepas dari dukungan, termasuk bantuan pendidikan dari pemerintah daerah Mimika.
Terbang di Usia Muda
Prestasi yang ia capai terbilang luar biasa.
Di usia 17 tahun, Resto telah menyelesaikan pendidikan penerbangan dan menjadi salah satu pilot termuda, bahkan disebut sebagai pilot pertama dari Manggarai Barat.
Pencapaian ini disambut hangat oleh masyarakat kampung halamannya.
Ia bahkan disambut secara adat, lengkap dengan tradisi lokal seperti tarian Caci, sebuah simbol kebanggaan kolektif.
Momen Pertama Mengendalikan Pesawat
Salah satu pengalaman paling berkesan adalah saat ia pertama kali menerbangkan pesawat Cessna 172.
Penerbangan latihan itu berlangsung di rute Cilacap–Nusa Wiru, pada ketinggian sekitar 3.000 kaki.
Baginya, tantangan terbesar bukan saat pesawat mengudara, tetapi ketika mendarat, fase yang membutuhkan presisi dan ketenangan tinggi.
Kembali untuk Mengabdi
Di balik prestasinya, Resto tidak melupakan asal-usulnya.
Ia memiliki keinginan untuk mengabdi, termasuk rencana bekerja sebagai pilot yang mendukung mobilitas di wilayah Papua, khususnya di Kabupaten Mimika.
Langkah ini menunjukkan bahwa kesuksesan baginya bukan hanya soal pencapaian pribadi, tetapi juga kontribusi nyata bagi daerah.
Simbol Harapan dari Timur
Kisah Resto adalah refleksi dari banyak anak muda di Indonesia Timur, tentang mimpi yang sering kali dianggap terlalu tinggi.
Namun ia membuktikan, bahwa
mimpi besar bisa lahir dari kampung, bahkan keterbatasan bukan penghalang.
Lebih dari itu, dukungan keluarga dan kerja keras adalah kunci.
Ia bukan sekadar pilot. Ia adalah simbol harapan.
Perjalanan Resto Thomas Aquino Jehabut adalah kisah tentang perubahan arah hidup, dari mimpi sederhana menjadi pencapaian luar biasa.
Dari jalanan kampung hingga kokpit pesawat, ia membuktikan satu hal:
langit bukan batas, melainkan awal bagi mereka yang berani bermimpi dan berusaha. (*/mj)
Jumlah Pengunjung: 69

12 hours ago
12

















































