RAKER – Suasana pelaksanaan Raker ke-III Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua Klasis Tembagapura Koordinator Amungsa tahun 2026 di Gereja Kingmi Kampung Djayanti, Mimika Gunung. (FOTO:ISTIMEWA)
MIMIKA, timikaexpress.id – Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua Klasis Tembagapura Koordinator Amungsa menggelar Rapat Kerja (Raker) ke-III tahun 2026 di Gereja Kingmi Kampung Djayanti, Mimika Gunung.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sejak Kamis (30/4) hingga Minggu (3/5/2026) ini diikuti sekitar 470 peserta dari berbagai rayon, serta melibatkan tokoh adat, masyarakat, dan pemerintah.
Raker diawali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin oleh Koordinator Amungsa, Pendeta Obeth Janampa, S.Th.
Kegiatan ini mengusung tema “Berubah untuk Menjadi Kuat” (Roma 12:2), dengan subtema yang menekankan evaluasi dan peningkatan pelayanan di tengah tantangan era globalisasi.
Dalam arahannya, Pendeta Obeth Janampa menegaskan bahwa program pelayanan dan pembinaan di tingkat klasis tetap berjalan meskipun menghadapi berbagai dinamika di lapangan.

“Masyarakat yang ada dalam klasis ini pada dasarnya adalah para pekerja. Di tengah perjalanan memang ada pergantian, baik wakil maupun tenaga kerja, tetapi kegiatan tetap berjalan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa seluruh program yang telah direncanakan harus tetap dilaksanakan hingga selesai, dengan penyesuaian terhadap kondisi yang berkembang.
“Kalau program itu sudah berjalan, kita tetap lanjutkan sampai selesai. Jika ada perubahan, kita sesuaikan dengan kondisi dan situasi yang ada di Papua saat ini,” jelasnya.
Menurutnya, konsistensi dan fokus dalam bekerja menjadi kunci utama dalam menjalankan setiap program pelayanan.
“Yang penting kita fokus kerja dan selesaikan tugas kita. Tidak perlu terganggu dengan hal-hal di luar,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris I Panitia Raker III Klasis Tembagapura, Esau Dolame, menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong kemandirian jemaat melalui penguatan manajemen ekonomi berbasis gereja.
Menurutnya, berbagai kegiatan seperti seminar dan pembinaan telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir guna meningkatkan kemampuan jemaat dalam mengelola keuangan secara baik dan bertanggung jawab.
Selain itu, gereja juga didorong untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tidak tertinggal serta mampu menjawab kebutuhan jemaat di tengah perubahan zaman.
“Harapan kami, semua pihak dapat saling mendukung agar program pembinaan dan penguatan jemaat ini berjalan maksimal hingga selesai,” ujarnya.
Sekretaris II Panitia, Julianus Janampa, menambahkan bahwa panitia telah mengundang berbagai elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Kami sudah mengundang kepala suku, tokoh masyarakat, serta pemerintah untuk terlibat dalam kegiatan ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan para donatur yang telah membantu,” katanya.
Ia menjelaskan, penutupan kegiatan akan dilaksanakan pada Minggu (3/5/2026) yang dirangkaikan dengan ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bersama seluruh peserta dan undangan.
Dalam raker ini, berbagai program kerja menjadi bahan evaluasi sekaligus perencanaan ke depan, dengan fokus utama pada peningkatan pelayanan gereja, khususnya di wilayah-wilayah yang belum terjangkau.
“Program prioritas kami adalah pelayanan penginjilan di daerah-daerah yang belum terjangkau, serta penguatan pelayanan gereja,” tegasnya.
Selain itu, aspek pembangunan, ekonomi, dan pendidikan juga menjadi perhatian penting sebagai penopang keberlanjutan pelayanan gereja ke depan.
“Pelayanan gereja harus didukung dengan ekonomi dan pendidikan. Semua itu kami bahas dalam raker ini,” tambahnya. (vis)
Jumlah Pengunjung: 24

2 hours ago
3

















































