KELULUSAN – Prosesi kelulusan 11 peserta Program Apprentice Hospitality angkatan pertama yang diselenggarakan oleh Institut Pertambangan Nemangkawi bersama PT Freeport Indonesia di Aula IPN Kuala Kencana, Senin (27/4/2022). (FOTO:ISTIMEWA)
TIMIKA, timikaexpress.id – Sebanyak 11 pemuda Papua berhasil lulus dari Program Apprentice Hospitality yang diselenggarakan oleh Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) di bawah naungan PT Freeport Indonesia, dan langsung terserap bekerja di PT Pangan Sari Utama (PSU).
Prosesi kelulusan angkatan pertama ini digelar di Aula IPN Kuala Kencana, Senin (27/4/2022), sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal, khususnya masyarakat adat Kamoro.
Program ini merupakan kolaborasi antara PT Nemangkawi dan LPK PUMS Timika yang bertujuan menyiapkan tenaga kerja terampil di bidang hospitality, sekaligus membuka peluang kerja bagi putra daerah.
Kepala LPK PUMS Timika, Janus Haruman, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri perhotelan dan jasa layanan.
“Program ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan tenaga kerja lokal yang siap pakai dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri,” ujarnya.
Pelatihan berlangsung selama tiga bulan, terdiri dari satu bulan teori dan praktik, serta dua bulan on-the-job training (OJT) di lingkungan kerja nyata.
Materi yang diberikan meliputi pelayanan (service), pengolahan makanan, keamanan pangan, housekeeping, hingga penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta kebersihan diri.
Head of Pangan Sari Institut Jakarta, Muhammad Faris, menyebutkan bahwa dari total 35 peserta yang akan dilatih secara bertahap, sebanyak 11 peserta dari batch pertama dinyatakan lulus.
“Seluruh lulusan langsung kami serap untuk bekerja di PSU, ini menunjukkan bahwa program ini benar-benar menghasilkan tenaga kerja siap pakai,” jelasnya.
Selain pengalaman kerja, para peserta juga memperoleh sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang diakui secara nasional hingga tingkat ASEAN.
Sertifikasi tersebut diharapkan dapat memperluas peluang kerja lulusan, baik di tingkat nasional maupun regional.
Program ini akan terus berlanjut dengan pembukaan batch kedua sebanyak 15 peserta pada 28 April, disusul batch ketiga sebanyak 10 peserta.
Ke depan, LPK PUMS Timika juga berencana membuka pelatihan barista dan bartender guna memperluas peluang kerja di sektor hospitality.
Melalui program ini, diharapkan tercipta tenaga kerja lokal yang kompeten, mandiri, dan mampu bersaing di industri pariwisata, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat adat di Mimika. (*)
Jumlah Pengunjung: 115

4 hours ago
3

















































