Pastor Amandus Luruskan Informasi: Ada Kesalahan Prajurit, TNI Sudah Minta Maaf

6 hours ago 7
KLARIFIKASI RESMI – Pastor Amandus Rahadat dan Pastor Benny Magai meluruskan informasi viral kepada Kasdim Mimika dan rombongan terkait sinyalemen oknum TNI masuk ke ruang privat pastoran Katedral Tiga Raja Timika. (FOTO: ISTIMEWA/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id — Informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan interogasi terhadap Pastor Paroki Katedral Tiga Raja Timika akhirnya diluruskan oleh pihak pastoran.

Pastor Amandus Rahadat bersama Pastor Benny Magai menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar dan perlu diklarifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Dalam pernyataan resminya, dijelaskan bahwa rombongan yang datang ke pastoran pada Senin (27/4/2026) dipimpin oleh Kasdim 1710/Mimika, Mayor Inf. Abdul Munir, mewakili Dandim Mimika atas perintah Pangdam XVII/Cenderawasih.

Rombongan tersebut diterima langsung oleh Pastor Amandus Rahadat dan Pastor Benny Magai.

“TNI datang bukan untuk menginterogasi, tetapi meminta informasi terkait identitas prajurit yang sebelumnya masuk ke area privat pastoran,” jelas Pastor Amandus.

Dalam pertemuan itu, pihak pastoran menyampaikan bahwa prajurit yang sebelumnya masuk ke area privat mengenakan pakaian dinas (loreng).

Menanggapi hal tersebut, Kasdim menyatakan bahwa jika prajurit masuk ke area privat tanpa prosedur, maka hal tersebut merupakan kekeliruan.

Selain itu, pihak TNI juga meminta dokumentasi atau foto sebagai bahan penelusuran internal.

Di akhir pertemuan, Kasdim menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut atas nama Dandim dan Pangdam, serta menegaskan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Permintaan maaf sudah disampaikan, dan kami berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi,” ujar Pastor Benny.

Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang sekaligus menjaga situasi tetap kondusif di tengah masyarakat.

Sebelumnya, Pastor Amandus sempat menyampaikan kekecewaan atas dugaan tindakan tidak pantas oleh oknum tak dikenal yang masuk hingga ke ruang privat pastoran.

Dalam pengumuman kepada umat usai misa Minggu (26/4/2026), ia mengungkap adanya laporan kehadiran orang tidak dikenal dalam setiap ibadah, bahkan diduga melakukan pemantauan secara diam-diam.

Ia juga menyoroti kejadian saat kunjungan Wakil Presiden RI, di mana sejumlah aparat disebut masuk hingga ke ruang privat pastor.

Dalam pengumuman kepada umat usai misa, Minggu (26/4/2026), Pastor Amandus mengaku menerima sejumlah laporan terkait kehadiran orang tidak dikenal dalam setiap ibadah.

“Saya mendapat laporan bahwa setiap misa ada orang tidak dikenal yang hadir. Kalau saat ini kau ada di sini, dengar juga pengumuman pastor,” ujarnya.

Ia juga mengungkap kesaksian dari anggota Tunggal Hati Seminari–Tunggal Hati Maria (THS-THM), yang melihat adanya pihak tertentu mengambil posisi tersembunyi dan memotret secara diam-diam saat misa, termasuk ketika Uskup memimpin ibadah.

Pastor Amandus turut menyoroti pada hari kunjungan Wapres RI, di mana ada sejumlah aparat berpangkat Praka, Pratu dan Prada.

“Mereka langsung naik ke ruang privat pastor, itu ruang tidur. Ini terakhir! tidak boleh terjadi lagi. Bapak-bapak tentara harap menghargai ,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa ruang privat gereja harus dihormati dan tidak boleh dimasuki tanpa izin.

“Emangnya kami ini teroris? Atau anda berpikir pastor menyimpan OPM di pastoran ini? Terlalu, ini tidak boleh lagi,” ujarnya dengan nada tegas.

“Ruang privat harus dihormati dan tidak boleh masuk tanpa izin,” tegasnya.

Selain itu, Pastor Amandus mengungkap adanya kendaraan tak dikenal yang masuk ke halaman gereja pada Sabtu malam (25/4/2026), sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.

Sebagai langkah antisipasi, pihak gereja kini memperketat akses masuk ke area pastoran.

Setiap tamu diwajibkan melapor kepada petugas keamanan sebelum bertemu pastor.

“Mulai sekarang pintu ditutup, semua harus melalui satpam. Pertemuan dilakukan di ruang tamu, bukan di kamar,” jelasnya.

Ia juga mengimbau umat untuk ikut menjaga keamanan lingkungan gereja, termasuk mencatat kendaraan mencurigakan.

“Ini bukan untuk curiga, tetapi demi keamanan bersama,” pungkasnya. (vis)

Jumlah Pengunjung: 172

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |