Uskup Timika: Jangan Biarkan Orang Kamoro jadi Tamu di Tanah Leluhur

5 days ago 23
Uskup Keuskupan Timika, Bernardus Bofitwos Baru, OSA. (FOTO: IST)

TIMIKA, timikaexpress.id — Uskup Keuskupan Timika, Bernardus Bofitwos Baru, OSA, mengajak seluruh umat Katolik di wilayah Keuskupan Timika untuk berperan aktif mendukung dan memberdayakan masyarakat adat Kamoro agar menjadi tuan di atas tanahnya sendiri, bukan justru menjadi tamu di tanah warisan leluhur mereka.

Ajakan sekaligus refleksi hidup gerejani itu disampaikan Uskup Bernardus usai memimpin Misa Tahun Baru di Gereja Stasi Santo Agustinus Nawaripi, Kamis (1/1/2026).

Uskup Bernardus mengungkapkan keprihatinannya terhadap berbagai persoalan yang dialami masyarakat Kamoro, terutama terkait praktik penjualan tanah adat yang kerap terjadi akibat keterbatasan ekonomi dan minimnya pendampingan.

“Banyak kasus orang Kamoro ditipu, diberi uang sedikit lalu tanahnya diambil. Sebagai orang Katolik, kita terpanggil untuk memikirkan kehidupan dan masa depan masyarakat Kamoro,” ujarnya.

Ia menegaskan, sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk mengurangi keresahan tersebut dengan memberikan pemahaman dan pendampingan kepada masyarakat agar tidak mudah melepaskan tanah adatnya.

“Saya mengajak warga Kamoro untuk tidak menjual tanah. Tanah adalah warisan leluhur untuk anak cucu. Kita harus membantu dengan memberdayakan mereka, agar tanah tidak jatuh ke tangan kelompok ekonomi yang hanya mencari keuntungan,” tegas Uskup Bernardus.

Menurutnya, masyarakat Kamoro memiliki kekayaan alam melimpah seharusnya dapat mengelola tanah secara bijak demi keberlanjutan hidup generasi mendatang.

Uskup Bernard juga menekankan bahwa membela dan memberdayakan masyarakat kecil dan lemah merupakan bagian dari misi iman Gereja.

“Yang lemah harus diangkat agar mereka mampu bersaing dan hidup bermartabat di tengah masyarakat Timika,” katanya.

Selain itu, dalam bidang pendidikan, Uskup Bernardus mengungkapkan bahwa Keuskupan Timika telah mengundang para biarawan dan biarawati untuk berkarya secara khusus dalam pengelolaan pendidikan, terutama bagi anak-anak Kamoro.

Keuskupan Timika, lanjutnya, juga telah menyiapkan program beasiswa bagi anak-anak Suku Amungme, Kamoro, dan lima suku kekerabatan lainnya, dengan porsi lebih besar diberikan kepada dua suku asli tersebut.

“Kita ketahui ada dana besar dari PT Freeport Indonesia melalui YPMAK untuk pendidikan, tetapi belum sepenuhnya menyentuh anak-anak Kamoro. Pengelolaannya belum fokus. Tahun 2026 kita akan benahi, dan Keuskupan Timika akan mengambil peran dalam pengelolaan beasiswa tersebut,” jelasnya.

Uskup Bernardus mengaitkan pesan tersebut dengan makna Natal, di mana Yesus lahir di kandang sebagai simbol kerendahan hati dan kehadiran Allah di tengah orang-orang kecil, lemah, dan tersisih.

Ia juga mengingatkan bahwa gereja semesta pada 1 Januari merayakan Pesta Santa Maria Bunda Allah, yang menjadi teladan dalam membentuk kehidupan Yesus sebagai Raja yang rendah hati, berpihak kepada kaum kecil, dan hidup di tengah masyarakat.

“Jika umat sungguh memperhatikan dan memberdayakan mereka yang kecil dan lemah, maka iman akan terus diperbarui oleh Tuhan sendiri,” pungkasnya. (*/)

Jumlah Pengunjung: 22

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |