TIMIKA, timikaexpress.id – Dari sebuah kota pesisir di Maumere, Kabupaten Sikka, lahir sosok perempuan muda yang kini mulai mencuri perhatian di panggung nasional.
Namanya Melisa Sonia Foris, dokter muda yang terpilih sebagai Puteri Indonesia Nusa Tenggara Timur 2026.
Di balik senyum ramahnya, Melisa membawa sebuah misi yang tidak sederhana: menghadirkan harapan baru bagi generasi muda di Nusa Tenggara Timur, terutama dalam bidang kesehatan.
Tumbuh dari Tanah Sikka
Melisa lahir pada 4 Juli 2000 dan besar di Maumere, sebuah kota yang dikenal dengan budaya kuat serta semangat kebersamaan masyarakatnya.
Lingkungan inilah yang membentuk kepekaan sosialnya sejak kecil.
Sebagai putri daerah, ia menyadari bahwa keberhasilan pribadi tidak akan berarti banyak jika tidak memberi dampak bagi masyarakat di sekitarnya.
“Dari kecil saya melihat banyak tantangan yang dihadapi masyarakat, terutama di bidang kesehatan. Itu yang kemudian memotivasi saya untuk menjadi dokter,” ungkapnya dalam beberapa kesempatan.
Jalan Pengabdian Seorang Dokter
Tidak seperti sebagian besar peserta ajang kecantikan yang datang dari latar belakang dunia hiburan atau komunikasi,
Melisa justru datang dari dunia medis.
Sebagai dokter muda, ia aktif dalam berbagai kegiatan sosial yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.
Perhatian utamanya tertuju pada persoalan stunting, yang hingga kini masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah di NTT.
Bagi Melisa, stunting bukan sekadar isu kesehatan, tetapi persoalan masa depan generasi.
“Jika anak-anak tidak mendapatkan gizi yang cukup, maka masa depan mereka juga ikut terancam,” katanya.
Karena itu, ia sering terlibat dalam kegiatan edukasi kesehatan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kesehatan anak, gizi, dan pencegahan penyakit.
Melangkah ke Panggung Nasional
Perjalanan Melisa menuju ajang nasional tidak terjadi secara instan.
Alumni SMAK Frateran Maumere ini dikenal sebagai sosok disiplin dan memiliki semangat belajar tinggi.
Pada tahun 2026, ia akhirnya dipercaya mewakili Nusa Tenggara Timur dalam ajang Puteri Indonesia 2026, sebuah kompetisi yang diikuti perempuan-perempuan terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia.
Kehadirannya di ajang tersebut menjadi perhatian tersendiri.
Ia tidak hanya membawa pesona dan kepercayaan diri, tetapi juga gagasan sosial yang kuat.
Advokasi “Forward”
Dalam ajang tersebut, Melisa mengusung advokasi bertajuk “Forward: Furthering the Hope of Indonesia’s Youth for a Better Future.”
Melalui program ini, ia ingin mendorong generasi muda untuk lebih peduli terhadap kesehatan, meningkatkan kesadaran tentang pentingnya gizi, serta membangun kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak lainnya.
Bagi Melisa, perubahan sosial tidak bisa dilakukan sendirian. Dibutuhkan kerja bersama untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.
Wajah Baru Perempuan Timur
Kehadiran Melisa Sonia Foris juga membawa pesan penting tentang representasi perempuan dari Timur Indonesia.
Selama ini, perempuan dari kawasan timur sering kali dipandang sebelah mata. Namun Melisa menunjukkan bahwa perempuan NTT mampu bersaing di tingkat nasional dengan kemampuan intelektual, empati sosial, dan kepemimpinan.
Ia menjadi simbol generasi baru perempuan Timur: cerdas, berani, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Lebih dari Sekadar Mahkota
Bagi Melisa, gelar Puteri Indonesia bukanlah tujuan akhir. Ia memandangnya sebagai sarana untuk memperluas dampak sosial yang ingin ia lakukan.
Ia percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan ketulusan.
“Kasih dan kepedulian adalah kunci untuk membawa perubahan,” ujarnya.
Dari Maumere menuju panggung nasional, perjalanan Melisa Sonia Foris menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat lahir dari daerah mana pun.
Dan bagi banyak anak muda di Nusa Tenggara Timur, kisahnya kini menjadi sumber inspirasi bahwa masa depan dapat dibangun dengan ilmu, empati, dan tekad yang kuat. (*)
Jumlah Pengunjung: 73

2 days ago
13

















































