TIMIKA, timikaexpress.id – Tim harmonisasi yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Dogiyai, Deiyai, dan Mimika bersama Pemerintah Provinsi Papua Tengah dijadwalkan turun langsung ke Kapiraya, Distrik Mimika Tengah, Jumat (27/2/2026), guna menelusuri dan memastikan batas adat antara Suku Mee dan Kamoro.
Keputusan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi lintas daerah yang digelar di Timika, Rabu (25/2/2026), sebagai tindak lanjut upaya penyelesaian konflik wilayah di Kapiraya.
Staf Gubernur Papua sekaligus Ketua Tim Penyelesaian Konflik Kapiraya, Marthen Ukago, mengatakan langkah ini bertujuan mencegah konflik berlarut serta memastikan kejelasan batas adat berdasarkan sejarah dan warisan leluhur.
Menurutnya, tahap awal difokuskan pada konsolidasi lintas kabupaten dengan membentuk tim khusus serta menyusun rencana aksi terstruktur dan terukur.
“Ketika bupati turun langsung bersama tim dan berkoordinasi dengan semua pihak, tentu akan diperoleh informasi utuh, baik dari sisi historis maupun fakta lapangan,” ujarnya.
Penelusuran lapangan akan mencakup sejarah batas wilayah, keberadaan lokasi sakral, pohon atau tanda alam tertentu, aliran sungai, hingga penanda tradisional lain yang selama ini menjadi rujukan masyarakat adat.
Marthen menegaskan, masyarakat yang telah lama bermukim di wilayah tersebut menjadi sumber utama informasi dalam memastikan batas adat yang sah.
Hasil kesepakatan nantinya akan dituangkan dalam dokumen resmi berbasis digital sebagai dasar hukum.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah diharapkan menerbitkan Peraturan Gubernur terkait batas wilayah adat Mee dan Kamoro.
Tahap berikutnya adalah penetapan batas administratif distrik yang telah masuk agenda lanjutan tim harmonisasi.
Selain itu, pemerintah juga akan mendalami faktor pemicu konflik, termasuk kemungkinan adanya kepentingan ekonomi atau aktivitas usaha di lokasi tersebut.
“Penanganan ini tidak berhenti setelah ada kesepakatan damai. Monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk memastikan situasi benar-benar pulih,” tegasnya.
Bupati Mimika, Dogiyai, dan Deiyai menyatakan komitmen mendukung seluruh keputusan tim harmonisasi demi mempercepat penyelesaian konflik serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Tim harmonisasi berharap langkah ini menjadi jalan rekonsiliasi adat serta memperkuat stabilitas sosial di Kapiraya. (via)
Jumlah Pengunjung: 50

15 hours ago
6

















































