Paus Leo XIV Tutup Pintu Suci Basilika Santo Petrus, Tahun Yubelium Pengharapan 2025 Resmi Berakhir

1 day ago 9
PENUTUPAN YUBELIUM – Paus Leo XIV menutup Porta Santa Basilika Santo Petrus, Vatikan, menandai berakhirnya Tahun Yubelium Pengharapan 2025. (FOTO:ISTIMEWA/KBRI TAKHTA SUCI VATIKAN)

VATIKAN, timikaexpress.id — Paus Leo XIV secara resmi menutup Porta Santa (Pintu Suci) Basilika Santo Petrus, Vatikan, menandai berakhirnya Tahun Yubelium Pengharapan 2025, dalam sebuah upacara khidmat dan singkat, Selasa (6/1/2026), pukul 10.00 waktu Roma.

Penutupan Pintu Suci dilanjutkan dengan perayaan Misa Hari Raya Epifani Tuhan, yang diikuti sekitar 5.800 umat, termasuk anggota Korps Diplomatik yang terakreditasi di Takhta Suci.

Selama lebih dari satu tahun, suasana ziarah terasa kuat di Lapangan Santo Petrus serta tiga basilika utama lainnya di Roma, yakni Basilika Santo Paulus di Luar Tembok, Basilika Santo Yohanes Lateran, dan Basilika Santa Maria Maggiore.

Doa dan nyanyian dalam berbagai bahasa dari seluruh penjuru dunia menggema setiap hari, mencerminkan semangat universal Gereja.

Menurut Uskup Agung Rino Fisichella, Pro-Prefek Dikasteri Evangelisasi, hampir 33,5 juta peziarah dari 185 negara mengunjungi Roma selama Tahun Yubelium, termasuk dari Indonesia.

Sebanyak 7.000 relawan turut ambil bagian dalam berbagai kegiatan sepanjang perayaan.

Meski kehidupan beragama di Eropa kerap disebut mengalami penurunan, data menunjukkan 62 persen peziarah berasal dari Eropa, disusul Amerika Utara (17 persen), dan sisanya dari berbagai belahan dunia.

Peziarah terbanyak berasal dari Italia, Amerika Serikat, Spanyol, Brasil, dan Polandia.

Tradisi Sejak 1300

Tahun Yubelium Pengharapan 2025 dimulai pada 24 Desember 2024, saat Paus Fransiskus membuka Porta Santa Basilika Santo Petrus dan merayakan Misa Malam Natal.

Dalam kesempatan itu, Paus Fransiskus menegaskan pesan utama Yubelium melalui bulla Spes non Confundit — Pengharapan Tidak Mengecewakan.

Tradisi Tahun Yubelium berakar sejak tahun 1300, ketika Paus Bonifasius VIII menetapkan Tahun Suci pertama.

Awalnya dilaksanakan setiap 100 tahun, kemudian sejak tahun 1475 oleh Paus Sixtus IV ditetapkan berlangsung setiap 25 tahun, sebagaimana dijalankan hingga kini.

Penutupan Porta Santa

Upacara penutupan Porta Santa mengikuti ritus yang telah ditetapkan sejak 1975 dan disederhanakan pada Yubelium Agung 2000.

Saat antifon “O Clavis David” dilantunkan, Paus Leo XIV melangkah ke ambang pintu, berlutut dalam doa hening, lalu menutup kedua daun pintu perunggu.

Dalam doanya, Paus berkata,
“Pintu Suci ini tertutup, tetapi pintu rahmat-Mu tidak tertutup.”

Ia menegaskan bahwa meski Yubelium berakhir, rahmat Allah tetap terbuka bagi umat yang terus berziarah dalam iman.

Pesan Epifani

Usai penutupan Porta Santa, Paus Leo XIV memimpin Misa Epifani di dalam Basilika Santo Petrus.

Dalam homilinya, Paus mengingatkan agar Gereja tidak menjadi monumen, melainkan tetap menjadi rumah yang hidup dan menghadirkan harapan.

“Menjadi peziarah pengharapan adalah sesuatu yang luar biasa. Kita dipanggil untuk terus berjalan bersama,” ujarnya.

Paus juga menyebut Gereja dipanggil menjadi “generasi fajar baru”, yang dipimpin oleh Maria, Bintang Fajar, menuju kemanusiaan yang diperbarui oleh kasih Allah.

Dengan demikian, Tahun Yubelium Pengharapan 2025 yang mengusung tema Peregrinantes in Spem atau Peziarah Pengharapan resmi berakhir. (Takhta Suci Vatikan)

Jumlah Pengunjung: 32

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |