Kubu Dang dan Newegalen di Kwamki Narama Sepakat Berdamai, Prosesi Adat Digelar Senin

21 hours ago 9
FOTO BERSAMA – Bupati dan Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob–Emanuel Kemong didampingi Kapolres Mimika, Dandim 1710/Mimika, foto bersama Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal, perwakilan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah distrik usai dialog damai konflik Kwamki Narama, Jumat (9/1/2026). (FOTO: GREN/TIMEX)

TIMIKA, timikaexpress.id – Konflik antar kelompok Dang dan Newegalen di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, resmi berakhir dengan kesepakatan damai.

Kedua kubu sepakat mengakhiri pertikaian melalui jalan damai yang akan diperkuat dengan prosesi adat patah panah dan belah kayu, pada Senin (12/1/2026).

Kesepakatan dicapai dalam pertemuan lintas pihak di Pendopo Rumah Negara, SP 3 Timika, Jumat (9/1).

Pertemuan tersebut melibatkan Pemkab Mimika, Pemkab Puncak, Forkopimda, TNI-Polri, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah distrik, serta perwakilan kedua kelompok.

Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan konflik yang terjadi merupakan konflik keluarga dan telah diselesaikan melalui dialog damai.

“Hari ini dua kubu sudah dipertemukan dan sepakat berdamai. Ini bukan perang, melainkan konflik keluarga,” ujarnya.

Ia menyebutkan, penandatanganan surat pernyataan damai akan dilakukan pada Senin (12/1) pukul 10.00 WIT di Distrik Kwamki Narama, di lokasi yang sebelumnya menjadi titik konflik.

Prosesi tersebut dirangkaikan dengan prosesi adat sebagai simbol berakhirnya kekerasan dan permusuhan.

“Penyelesaian ini tidak hanya secara hukum, tetapi juga adat dan kemanusiaan,” jelasnya.

Dalam kesepakatan itu, kedua kubu berkomitmen menjaga perdamaian dan tidak mengulangi konflik.

Pelanggaran atas kesepakatan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Sementara Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal, SE, mengapresiasi tercapainya kesepakatan damai dan mengimbau masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif.

“Kami bersyukur karena kedua pihak sepakat berdamai. Masyarakat diimbau tidak terprovokasi dan menghindari konsumsi miras menjelang dan saat prosesi adat,” katanya.

Pemerintah berharap berakhirnya konflik Dang–Newegalen dapat memulihkan aktivitas masyarakat dan menjaga keamanan di Distrik Kwamki Narama. (via)

Jumlah Pengunjung: 46

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |