KUNJUNGAN KERJA – Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong saat berdialog dengan warga Kokanao terkait penerapan Sekolah Sepanjang Hari. (FOTO:ISTIMEWA)
KOKONAO, timikaexpress.id — Pemerintah Kabupaten Mimika mulai menerapkan program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di SD Negeri dan SD YPPK Kokanao pada Januari 2026.
Program ini bertujuan memastikan anak-anak usia sekolah tetap berada di lingkungan pendidikan dan tidak lagi meninggalkan sekolah untuk mengikuti orang tua mencari nafkah ke pantai maupun ke hutan.
Hal tersebut ditegaskan Bupati Mimika Johannes Rettob, didampingi Wakil Bupati Emanuel Kemong, saat kunjungan kerja di Kampung Kokanao, Distrik Mimika Barat, akhir desember 2025.
“Kehadiran SSH karena anak-anak sering meninggalkan sekolah untuk ikut orang tua mencari nafkah. Anak-anak harus belajar dan sekolah, tidak usah ikut ke pantai atau ke kepala air,” tegas Bupati Rettob di hadapan orang tua dan kepala kampung.
Bupati juga meminta para orang tua dan aparat kampung berperan aktif mendorong anak-anak agar tetap bersekolah.
Dalam penerapan SSH, kegiatan belajar dimulai pukul 07.00 WIT hingga 13.00 WIT, dilanjutkan istirahat makan siang, lalu pembelajaran tambahan dan kegiatan ekstrakurikuler hingga pukul 17.00 WIT.
“SSH ini berlaku untuk sekolah negeri maupun swasta,” ujar Bupati.
Ketua Tim SSH Universitas Papua (Unipa) Papua Tengah, Dr. Agus Sumule, melaporkan bahwa jumlah guru pendamping di SD Negeri Kokanao sebanyak lima orang (empat perempuan dan satu laki-laki).
Sementara di SD YPPK Kokanao terdapat enam guru pendamping yang terdiri dari tiga laki-laki dan tiga perempuan.
Selain pembelajaran, anak-anak juga akan mendapat makan tiga kali sehari, yakni sarapan pagi, makan siang, dan kudapan sore.
“Penyediaan makanan dilakukan oleh guru pendamping bersama masyarakat setempat. Di setiap sekolah ada empat mama-mama yang masak dan dua bapak yang menyiapkan air serta kayu bakar. Untuk menu diatur oleh guru pendamping,” jelas Agus Sumule.
Saat ini, para guru pendamping masih mengikuti pembekalan di Unipa Manokwari dan dijadwalkan kembali ke Kokanao sebelum 5 Januari 2026, sehingga SSH dapat langsung berjalan pada awal semester baru.
Sementara itu, Bupati Mimika dan Wakil Bupati menjelaskan bahwa SSH merupakan model inovasi pendidikan khusus bagi anak-anak Papua, yang dilaksanakan Senin hingga Sabtu, dari pagi hingga sore hari.
Model ini dilatarbelakangi oleh berbagai persoalan, seperti keterbatasan akses pendidikan, tingginya angka putus sekolah, serta masalah stunting di wilayah pesisir dan pedalaman. (*)
Jumlah Pengunjung: 20

1 day ago
11
















































