Sah! Johannes Rettob dan Emanuel Kemong Pimpin Mimika

5 days ago 20

PELANTIKAN – Bupati dan Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob-Emanuel Kemong saat mengikuti prosesi pelantikan pada Selasa kemarin (FOTO: ISTIMEWA/TIMEX)

NABIRE, TIMIKAEXPRESS.id – Masyarakat Kabupaten Mimika dan Kabupaten Puncak telah melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada Rabu, 27 November 2024 lalu.

Kini, perhatian masyarakat di dua daerah tersebut tertuju pada prosesi pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob-Emanuel Kemong, dan pelantikan Elvis Tabuni-Naftali Akawal sebagai Bupati dan Wakil Bupati Puncak, Provinsi Papua Tengah, masa jabatan 2025-2030.

Untuk selanjutnya kedua kepala daerah bersama wakilnya mulai menjalankan tugasnya.

FOTO BERSAMA – Bupati Mimika Johannes Rettob didampingi istri Ny. Suzy Rettob, foto bersama Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong bersama istrinya, Ny. Periana Kemong usai pelantikan bersama Ketua Aliansi Pemuda Kamoro, Ketua Aliansi Pemuda Kamoro (FOTO: ISTIMEWA/TIMEX)

Prosesi pelantikan Bupati-Wabup Mimika dan Bupati-Wabup Puncak yang dilaksanakan bersamaan berlangsung di Ballroom Kantor  Gubernur Papua Tengah dipimpin langsung Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Frits Nawipa, SH pada Selasa (25/3/2025).

Selain pengambilan sumpah, prosesi pelantikan juga ditandai penyematan tanda pangkat dan tanda jabatan, serta penandatanganan berita acara pelantikan  kepada Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) terpilih Kabupaten Mimika Johannes Rettob, S.Sos.,MM dan Emanuel Kemong, serta Bupati dan Wabup Kabupaten Puncak Elvis Tabuni-Naftali Akawal.

Pelaksanaannya yang berlangsung khidmat diawali pembacaan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia Nomor: 100.2.1.3-1997 Tahun 2025, tentang perubahan kedua atas Keputusan Mendagri Nomor: 100.2.1.3-221 Tahun 2025  tentang pengesahan pengangkatan kepala daerah dan wakil kepala daerah pada kabupaten dan kota, hasil pemilihan kepala daerah serentak Tahun 2024, masa jabatan Tahun 2025-2030.

Menimbang dan seterusnya, mengingat dan serterusnya memperhatikan dan seterusnya memutuskan dan menetapkan Keputusan Mendagri tentang perubahan kedua atas keputusan Mendagri Nomor: 100.2.1.3-221 Tahun 2025 tentang pengesahan pengangkatan kepala daerah dan wakil kepala daerah pada kabupaten dan kota hasil pemilihan kepala daerah serentak Tahun 2024, masa jabatan Tahun 2025-2030.

Kesatu, mengubah lampiran Keputusan  Mendagri Nomor : 100.2.1.3-221 Tahun 2025 tentang pengesahan penangkatan kepala daerah dan wakil kepala daerah  pada kabupaten dan  kota hasil pemilihan kepala daerah serentak Tahun 2024, masa jabatan Tahun 2025-2030, dengan menambahkan nama kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk disahkan pengangkatannya yang telah sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Masing-masing daftar nama, 1 dan seterusnya, 11. Johannes Rettob, S.Sos.,MM jabatan Bupati Kabupaten Mimika, dan Emanuel Kemong jabatan Wakil Bupati Kabupaten Mimika.

12.  Elvis Tabuni, SE.,MM jabatan Bupati Kabupaten Puncak, dan Naftali Akawal, SE jabatan Wakil Bupati Kabupaten Puncak.

Kedua, kepala daerah dan wakil kepala daerah sebagaimana dimaksud pada diktum kesatu memegang jabatan selama lima tahun.

Ketiga, keputusan menteri ini mulai berlaku sejak tanggal pelantikan.

Keputusan ini ditetapkan di Jakarta  pada tanggal 17 Maret 2025 oleh Menteri Dalam Negeri, tertanda Muhammad Tito Karnavian.

Setelah itu pengucapan sumpah janji jabatan oleh Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan diikuti oleh bupati dan wakil bupati yang dilantik.

“Sebelum saudara-saudara mengucapkan sumpah/janji jabatan berkenaan dengan pengangkatan saudara-saudara sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mimika dan Puncak, Papua Tengah, masa jabatan tahun 2025-2030, terlebih dahulu saya ingin bertanya? “Bersediakah saudara-saudara mengucap sumpah atau janji dengan agama masing-masing, lantas dijawab ‘bersedia’ oleh Bupati-Wakil Bupati Mimika dan Puncak.  Apabila bersedia, saya minta saudara-saudara mengikuti dan mengulangi kata-kata saya.

“Saya berjanji, akan memenjuhi kewajiban saya sebagai Bupati Mimika dan sebagai Wakil Bupati Mimika, sebagai Bupati Puncak dan sebagai Wakil Bupati Puncak dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya.

Memegang teguh UUD Negara RI Tahun 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat nusa dan bangsa, semoga Tuhan menolong saya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur papua Tengah Meki Nawipa juga melafalkan kata-kata pelantikan, yaitu “Dengan mengucapkan syukur  kepada  Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan anugerah, pada hari ini, Selasa, 25 Maret 2025, saya Gubernur Papua Tengah melantik saudara Johannes Rettob, S.Sos.,MM sebagai Bupati Mimika dan saudara Emanuel Kemong sebagai Wakil Bupati Mimika, serta saudara Elvis Tabuni, SE.,MM sebagai Bupati Puncak, dan saudara Naftali Akawal, SE sebagai Wakil Bupati Puncak”.

Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Mendagri Nomor: 100.2.1.3-1997 Tahun 2025.

“Saya percaya bahwa saudara-saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan. Atas nama Mendagri, Meki Nawipa,” ungkapnya.

Menyusul dilakukan penyematan tanda pangkat dan tanda jabatan oleh Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa, srta diikuti penandatanganan berita acara pelantikan.

Kurangi Perjalan Dinas dan Rapat di Luar Kota

Dalam arahannya dihadapan Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, Ketua MRP Provinsi Papua Tengah Agustinus Anggaibak, Ketua DPR Papua Tengah Delius Tabuni, jajaran Forkopiomda Papua Tengah, Presdir PT Freeport Indonesia (PTFI) atau yang mewakili, Pj Bupati Kabupaten Puncak dan Pj Bupati Kabpaten Mimika, serta tamu undangan yang berbahagia, Gubernur Meki Nawipa mengatakan kita semua berkumpul dalam acara pelantikan ini, kita bersyukur karena ini  merupakan momentum pengesahan saudara-saudara sebagai pemimpin daerah yang telah meraih kemenangan dari suara rakyat, dan hal ini merupakan tanda adanya kepastian politik di daerah.

Dengan ditetapkannya bupati dan wakil bupati definitif, selanjutnya rakyat menunggu  dharma bakti saudara-saudara sekalian.

“Mengutip sambutan Presiden RI pada pelantikan kepala daerah secara serentak tanggal 20 Februari 2025 lalu, ditegaskan saudara dipilih, maka saudara adalah pelayan rakyat, abdi rakyat, saudara harus membela kepetingan rakyat, harus menjaga kepentingan rakyat, dan saudara harus berjuang untuk perbaiki hidup mereka. Itu adalah tugas kita,” serunya.

Kepada bupati dan wakil bupati yang baru dilantik, Gubernur Meki Nawipa juga berpesan untuk tingkatan disiplin ASN karna ASN adalah pembantu untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, bangun komunikasi yang baik dengan Forkopimda  untuk menjaga stabilitas daerah tetap dalam kondisi aman.

Berikut fokuskan alokasi anggaran untuk program kegiatan yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.

“Kurangi kegiatan-kegiatan perjalan dinas dan rapat di luar kota yang tidak perlu,” tegasnya.

Pada kesempatan itu juga, Gubernur Meki Nawipa secara khusus mengucapkan terima kasih atas pengabdian Nenu Tabuni, S.Sos selaku Pj Bupati Puncak  dan Pj Bupati Mimika Yonathan Demme Tanglintin, sehingga Kabupaten Puncak dan Mimika aman selama kepemimpinan saudara.

“Pada akhirnya saya ucapankan selamat bertugas kepada saudara Johannes Rettob, S.Sos.,MM dan Emanuel Kemong, serta Bupati dan Wabup Kabupaten Puncak Elvis Tabuni-Naftali Akawal, saya percaya di atas pundak saudara-saudara masyarakat akan semakin maju dan sejahtera,” ungkapnya.

Pesan Penting untuk Bupati Mimika dan Puncak

Pada kesempatan itu, Gubernur Meki Nawipa juga menyampaikan beberapa pesan, yakni kepada bupati dan wakil bupati perlu adanya penghormatan terhadap kearifan lokal.

Kedua, peningkatkan kualitas pendidikan, pasalnya tidak ada yang bisa kita buat hari ini, hanya orang sekolah yang bisa merubah kehidupan ini ke depan.

“Di Puncak kalau ada konflik perlu koordinasi supaya bagaimana kita kasih turun ke Nabire atau Mimika.  Masa depan anak-anak kita tidak boleh jadi korban hanya karena kepentingan makan dan minum. Kita harus buat yang terbaik di Negeri ini. Orang semua di Papua ini sedang melihat Papua Tengah mau kemana. Kalau bapak-bapak sekalian tidak bekerja maksimal, sayang lima tahun itu hanya lima malam. Kita tidak akan dikenang oleh siapa pun, maka itu kepentingan generasi ke depan lebih penting  dari pada kepentingan kita jadi bupati dan wakil bupati,” katanya.

Baginya, apapun ceriteranya, pembangunan infrastruktur dasar itu penting.

“Seperti di Ilaga, pentingnya jalan, aspal belum sampai di kantor, saya sudah ke sana, listrik juga tidak ada, Puskesmas juga tidak jalan, jam 5 sudah tutup. 

Pa Elvis,  Tuhan mau bapak terpilih untuk merubah negeri ini  di atas awan supaya menjadi negeri yang cerah esok hari nanti,” serunya.

Selanjutnya kepada pa John (Johannes Rettob), masyarakat Kamoro masih menanti, Amungme di gunung masih menanti, tolong bantu. Saya juga melihat masyarakat Timika antre di Kantor Pos ambil 200 ribu rupiah perbulan.

“Hari ini Tuhan pilih walaupun tantangan besar, mulai dua tahun lalu sampai keluar sebagai pemenang, Tuhan mau bapak merubah, melanjutkan apa yang orang tua sudah buat beberapa puluh tahun yang lalu,” pesannya.

Termasuk pemberdayaan ekonomi, bagaimana usaha-usaha lokal orang asli perlu kita tingkatkan, kita bantu mereka.

“Kemudian soal peningkatan layanan kesehatan, kita sudah bicara bagaimana kolaborasi Papua Tengah, Pemprov dan Pemda Mimika akan menjadi leading sector  untuk tolong kita di gunung.  Ingat, tidak ada yang kekal. Hari ini kita punya, lusa orang lain punya, Hari ini dan besok Tuhan kasih kita untuk bagaimana kita tolong mereka,” paparnya.

Tidak hanya itu, Gubernur Meki Nawipa juga menekankan soal keberlanjutan dan pelestarian alam yang harus kita jaga,  kita punya gunung, kita punya lingkungan yang harus dijaga.

Tidak kalah penting, soal transparansi dan akuntabilitas.

Ia menegaskan kita punya uang banyak juga kita tidak bisa buat apa-apa. No corruption disini, hitam-hitam, putih-putih. Uang banyak juga susah, uang tidak ada juga susah. Jangan pernah bermimpi jadi orang kaya, kita bukan orang kaya. Orang punya uang banyak juga pergi begitu saja, tolong bantu. Papua Tengah harus terbang, tidak boleh jalan, termasuk penanganan konflik secara bijak.

“Di Timika, Papua Tengah ini tolong bantu, tidak ada lagi orang yang bisa kasih pesawat, maka semua lawan politik dirangkul, tidak ada yang tidak. Kita bangun negeri ini. Tuhan sudah kasih kita gubernur-wakil gubernur, bupati-wakil bupati,” pesannya lagi.

Komitmen akan Otsus

Berikut terhadap Otonomi Khusus (Otsus), kita harus komitmen bangun Otsus, supaya orang tidak curiga waktu kita bicara tentang Otsus.

“Disini kita tidak bicara bahwa merdeka, itu tidak boleh ada, maka itu sosialisasi Otsus harus sampai di bawah. Negara kasih kita free pledge untuk jadi tuan di atas tanah ini. Kalau  Otsus kita bisa terapkan baik, maka rakyat akan menikmati dengan baik,” tegasnya.

Sambung Gubernur Meki Nawipa, hari ini (kemarin-Red) kita buat sejarah, bahwa bukti hadirnya negara, Nabire menjadi saksi.

“Di tempat ini menjadi saksi pertama kita sudah lantik dua bupati dan dua wakil bupati di Provinsi Papua Tengah. Kita tidak ke Jayapura lagi, kita tidak kemana-mana lagi, kita ada disini,” ungkapnya bangga.

Kini, bagaimana ke depan bapak berempat. Saya mau kasitahu, orang Papua itu lemah hanya satu, cepat dengar isu dan berkelahi.

“Pesan saya hari ini, bapak berdua harus lanjut 10 tahun supaya taruh pondasi yang baik ke depan. lima tahun tidak cukup, tidak bisa, nanti konflik lagi, nanti masalah lagi. Wakil tidak boleh berkelahi dengan bupati, tidak boleh. Kewenangan bupati lebih besar dari pada kewenangan wakil, tapi harus bersatu. Setiap punya hak dihargai. Ini kelemahan orang Papua disini. Nanti kalau bapak-bapak tidak bersatu, nanti orang-orang akan hancurkan dengan banyak cara, yaitu masuk lewat wakil, masuk lewat kepala dinas, masuk lewat kontraktor, seolah-olah mereka hebat. Padahal kita berjuang berdarah-darah. Kini sudah dapat jabatan, kita harus bersatu untuk membangun kita punya negeri ke depan. Ini yang penting,” spiritnya.

Secara jujur, Gubernur Meki Nawipa pun mengakui kalau diriya sedih lihat orang Papua.

“Sedih hanya gara-gara uang, kita berkelahi. Ingat, Kita tidak bisa diukur dengan uang, biar kita ini miskin pun tetap ada harga diri. Ingat baik-baik itu. Tuhan bilang kaisar punya kaisar punya, kau punya kau punya. Kalau jadi bupati yang kau punya saja, yang wakil punya wakil punya, masyarakat punya masyarakat punya, supaya semua ini jalan dengan baik. Kita harus bersatu, tidak ada lagi orang tua di negeri ini, kita ini sudah orang tua, wakil Tuhan, kita ini pemerintah di negeri ini, maka kalau kita buat baik, semua akan baik, kita buat jahat semua akan jahat,” tambahnya.

Ia pun megungkapkan kebanggaannya karena pelaksanaan pelantikan oleh Pemprov Papua Tengah ontime  (tepat waktu), ini karena budaya.

“Jangan kita tunggu. Ingat waktu kita dibatasi oleh Tuhan, jadi jangan sombong. bangunan baru, pikiran baru, hikmat baru, cara baru harus diterapkan di daerah. Habis gelap terbitlah terang. Yang gelap-gelap kita harus buang atau tinggalkan. Ingat baik-baik, Tuhan Yesus itu Yudas yang bisik dia, orang paling dekat. Orang paling dekat bisa dipakai oleh orang lain untuk mengganggu kita, jadi kita harus cek lagi baik-baik,” ujarnya mengingatkan.

Diungkapkan pula,  kalau perlu ‘bakar batu’ kita kurangi supaya uang bisa pakai untuk anak-anak sekolah.

“Ini penting, ini bukan kita menghindari budaya. Cukup orang tua kita yang bakar batu, kita makan secukupnya, kalau makan banyak jadi penyakit. Yang baik kita lanjutkan, kita lestarikan, yang tidak baik kita tinggalkan,” serunya lagi.

Gubernur Meki Nawipa juga menyampaikan bahwa pa John selaku anak misionaris yang  datang di negeri ini membawa kabar baik, dan akan melanjutkan kabar baik itu ke depan.

“Datang bukan cari makan, tapi memberkati. Datang bukan mencari hidup tapi memberi hidup. Pa John itu pesan saya, supaya kasih tahu kepada orang di luar sana bahwa yang dong bicara, yang dong pikir itu tidak benar. Kakek saya datang ke sini untuk membawa kabar baik. Dan yang terpenting jangan terpengaruh dengan lingkungan yang salah,” tandasnya.

Setelah itu dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Romo Yohanes Agus Setiyono, SJ, diikuti dengan sesi foto. (vis)

Jumlah Pengunjung: 35

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |