Operasi Kinetik di Papua Berbuah KPLB, 115 Prajurit TNI Naik Pangkat

4 days ago 18
KPLB – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa kepada prajurit Satgas Rajawali dan Koops Habema di Markas Koops Habema, Timika, Papua Tengah. (FOTO: ISTIMEWA)

TIMIKA, timikaexpress.id — Sebanyak 115 personel TNI dari Satuan Tugas (Satgas) Rajawali dan Komando Operasi (Koops) Habema menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) atas keberhasilan menguasai markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) di tiga lokasi berbeda.

Pemberian KPLB dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan disaksikan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin di Markas Koops Habema, Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (2/1).

Personel penerima KPLB berasal dari pasukan tempur lintas matra, yakni Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), serta Korps Marinir TNI Angkatan Laut, termasuk Detasemen Jala Mangkara (Denjaka).

Para prajurit mengenakan baret satuan masing-masing dalam prosesi upacara.

Prosesi penanggalan pangkat lama dan pemasangan pangkat baru dipimpin langsung oleh Panglima TNI.

Selanjutnya, para prajurit menerima ucapan selamat dari Menteri Pertahanan RI, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Bambang Trisnohadi, serta Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto.

Para penerima KPLB merupakan personel yang terlibat langsung dalam operasi penguasaan markas OPM pada periode Oktober hingga November 2025.

Pada Operasi Kinetik 5 Oktober 2025, Satgas Rajawali III melaksanakan penindakan di Kampung Wunabunggu, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan.

Operasi tersebut berhasil menguasai markas kelompok bersenjata OPM Kodap XII Lanny Jaya serta menetralkan tokoh kunci, yakni Komandan Operasi OPM Kodap XII, Mayu Waliya.

Selanjutnya, dalam Operasi Badai pada 15 Oktober 2025, Satgas Rajawali II dan Rajawali III merebut markas kelompok bersenjata OPM Kodap VIII Soanggama pimpinan Undius Kogoya di Kampung Soanggama, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Dalam operasi ini, 14 anggota OPM dilaporkan tewas.

Kemudian, pada Operasi Badai Kasuari tanggal 9 November 2025, personel Yonif 10 Marinir, Denjaka, serta unsur pendukung lainnya menyergap markas OPM di wilayah Sungai Wariager, Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin dalam amanatnya menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu memberikan penghargaan kepada prajurit yang menunaikan tugas dengan risiko tinggi.

“Ada suatu kebahagiaan bagi seorang komandan atau panglima ketika dapat memberikan penghargaan kepada prajuritnya,” ujar Sjafrie.

Ia menambahkan, penghargaan akan terus diberikan kepada prajurit yang berprestasi, memiliki dedikasi, integritas, serta rela berkorban demi bangsa dan negara.

“Saya sudah mendapat petunjuk dari Bapak Presiden bahwa penghargaan tidak hanya diberikan satu kali. Meritokrasi harus ditegakkan bagi prajurit yang benar-benar berjuang untuk negara,” tegasnya. (*/)

Jumlah Pengunjung: 46

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |