FOTO BERSAMA – Ketua FKUB Mimika, Dr. Jeffrey C. Hutagalung, M.Phil, didampingi Plt. Kepala Bakesbangpol Alfasiah, S.STP.,M.Si, dan Kadiskominfo Yan S. Purba, foto bersama anggota dan stakeholder terkait usai pertemuan di Sekretatiat FKUB Mimika, Senin (16/2/2026). (FOTO:MAURITS SADIPUN)
TIMIKA, timikaexpress.id — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat toleransi antarumat beragama menjelang serangkaian hari besar keagamaan, mulai Imlek, Cap Go Meh, Bulan Suci Ramadhan, pra-Paskah, hingga Tahun Baru Saka bagi umat Hindu.
Ketua FKUB Mimika, Dr. Jeffrey C. Hutagalung, M.Phil, menegaskan bahwa momentum keagamaan bukan sekadar ritual, tetapi bagian dari upaya bersama membangun kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.
“Kegiatan keagamaan ini bukan hanya ritual semata, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan. Karena itu, keamanan menjadi kata kunci. Semua pihak punya tanggung jawab untuk menjaga,” ujarnya dalam pertemuan bersama anggota FKUB, Polres Mimika, Satuan Tugas (Satgas), serta pemangku kepentingan lainnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Plt. Kepala Bakesbangpol Mimika Alfasiah, S.STP.,M.Si, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Mimika, Yan S. Purba.
Jeffrey menyampaikan bahwa setiap individu memiliki peran, baik secara personal maupun sosial, dalam menjaga situasi tetap kondusif.
Menurutnya, saling menjaga lingkungan, usaha, dan hubungan sosial menjadi prinsip penting agar aktivitas masyarakat dan roda perekonomian berjalan baik.
Ia juga menyinggung sejumlah dinamika yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir, termasuk beberapa insiden yang sempat menjadi perhatian publik.
Namun, masyarakat diminta untuk tidak terprovokasi dan tetap mengedepankan komunikasi serta mediasi.
“Terkait beberapa kejadian yang ada, kita tetap mengedepankan mediasi dan komunikasi. Proses ini memang membutuhkan waktu dan kesabaran. Dengan koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, persoalan bisa diselesaikan secara bertahap,” katanya.
FKUB juga mengingatkan masyarakat agar bijak menyaring informasi, terutama yang beredar di media sosial.
Jika terdapat potensi kerawanan, masyarakat diminta segera berkoordinasi dengan aparat keamanan sebagai langkah pencegahan.
Dalam pertemuan tersebut, terdapat empat poin utama yang menjadi fokus pembahasan, yakni:
Evaluasi persoalan yang terjadi serta langkah penyelesaiannya.
Menjaga stabilitas sosial dan ekonomi dalam perspektif keagamaan.
Membangun toleransi dan moderasi antarumat beragama.
Memperkuat kebersamaan dalam perspektif keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.
Selain itu, dibahas pula penertiban peredaran minuman keras (miras), penggunaan knalpot brong, aksi balapan liar, serta pengaturan jam operasional tempat hiburan malam (THM).
Menjelang Ramadhan, FKUB berharap semangat yang tumbuh bukan hanya peningkatan ibadah secara ritual, tetapi juga komitmen bersama menjaga situasi Kabupaten Mimika tetap aman, damai, dan kondusif. (vis)
Jumlah Pengunjung: 41

14 hours ago
8

















































