TIMIKA, timikaexpress.id – Sorot mata Yeremias Isak Imbiri tampak tenang ketika berbicara tentang pekerjaannya hari ini.
Namun perjalanan yang membawanya ke posisi itu bukanlah lintasan yang sederhana.
Dari ruang redaksi media hingga memimpin komunikasi publik di Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), kisahnya merekam potongan sejarah sosial di Kabupaten Mimika selama lebih dari dua dekade.
Bagi Yeremias, komunikasi bukan sekadar menyampaikan informasi.
Ia memandangnya sebagai upaya menjaga hubungan antara lembaga, masyarakat, dan perubahan yang terus berlangsung di Tanah Papua.
Ini semua berawal dari menulis, yang dipercaya bisa menjadikannya apa saja.
Lahir dari Persilangan Budaya
Yeremias lahir di Kaokanao, Mimika, pada 13 Maret 1977.
Ia berasal dari latar budaya yang beragam ayahnya, almarhum Yohanes Imbiri, berasal dari Suku Waropen, sementara ibunya, Maria Saloma Iri, merupakan perempuan Suku Kamoro dari Kampung Wakia, Distrik Mimika Barat Tengah.
Persilangan budaya itu membentuk cara pandangnya sejak kecil.
Ia tumbuh di wilayah yang sedang bergerak cepat oleh perubahan ekonomi dan sosial.
Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Inpres Uta II dan SMP Negeri Mimika Barat, sebelum melanjutkan SMA di Fakfak.
Setelah itu ia merantau ke Jayapura untuk menempuh pendidikan tinggi di Jurusan Ekonomi Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas Cenderawasih, dan lulus pada 1998.
Latar pendidikan ekonomi, ditambah pemahaman budaya Papua, kelak membentuk perspektif komunikasinya.
Baginya, angka dan statistik harus selalu berhubungan dengan kehidupan manusia.
Sekolah Kehidupan di Dunia Jurnalistik
Sebelum dikenal di dunia komunikasi publik, Yeremias lebih dulu ditempa di dunia jurnalistik.
Tahun 1997 ia mulai bekerja sebagai wartawan di Cenderawasih Pos, salah satu media besar di Papua yang tergabung dalam jaringan Jawa Pos Group.
Saat itu Timika sedang berada dalam pusaran perubahan besar, migrasi ekonomi meningkat, dinamika sosial menguat, dan berbagai isu masyarakat mencuat ke permukaan.
Dalam situasi seperti itu, profesi wartawan menjadi “sekolah kehidupan” bagi Yeremias.
Tiga tahun kemudian ia bergabung dengan Radar Timika, media lokal yang berkembang pesat di wilayah Mimika.
Pengalaman turun langsung ke lapangan mengajarkannya satu prinsip penting.
“Di lapangan, bagi saya manusia selalu lebih penting dari beritanya,” katanya.
Prinsip itu kemudian menjadi fondasi dalam perjalanan kariernya.
Beralih ke Dunia Pemberdayaan
Tahun 2003 menjadi titik balik.
Ia dipanggil bergabung dengan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), lembaga pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, dan dipercaya menjabat Kepala Biro Humas dan Komunikasi.
Di lembaga ini, Yeremias tidak hanya menjalankan fungsi komunikasi formal.
Ia juga ikut membangun berbagai platform informasi yang dapat menjangkau masyarakat.
Salah satunya adalah Buletin Landas, media internal LPMAK yang lahir pada 2005 dan menjadi sarana komunikasi lembaga hingga 2019.
Dalam perjalanannya ia mengaku banyak belajar dari para tokoh yang membimbingnya, termasuk Auguts Kafiar dan John Nakiaya, yang berperan besar dalam perkembangan LPMAK pada masa awal.
Inisiatif Sosial dan Media Publik
Peran Yeremias tidak berhenti pada komunikasi kelembagaan.
Ia juga terlibat dalam berbagai inisiatif sosial di Mimika.
Pada 2008 ia bersama sejumlah rekan menggagas Sekolah Sepak Bola (SSB) Kaokanao, salah satu sekolah sepak bola pertama di Mimika yang kala itu menjadi ruang pembinaan generasi muda.
Setahun kemudian ia ikut merancang pendirian Radio Publik Mimika, sebuah lembaga penyiaran publik lokal yang kemudian dilegalkan melalui Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2012.
Radio tersebut hingga kini masih mengudara sebagai media informasi publik di Mimika.
Transformasi Organisasi
Perjalanan organisasi juga mengalami perubahan besar.
LPMAK kemudian bertransformasi menjadi YPMAK pada 2019.
Yeremias menjadi bagian dari tim yang mengkaji proses transformasi tersebut.
Setelah YPMAK beroperasi penuh pada 2020, ia dipercaya memimpin Divisi HRD/SDM.
Dalam posisi itu, ia terlibat membangun sistem kepegawaian dan tata kelola internal lembaga yang baru terbentuk tersebut.
Kembali ke Dunia Komunikasi
Akhir 2024, Yeremias kembali ke bidang yang paling dekat dengan perjalanan awalnya, komunikasi.
Ia dipercaya menjabat Kepala Divisi Humas dan Komunikasi YPMAK.
Tugasnya kini bukan hanya menyampaikan informasi lembaga, tetapi juga menjaga jembatan komunikasi antara YPMAK, masyarakat adat Suku Amungme dan Suku Kamoro, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Lebih dari dua dekade berkiprah di lingkaran pengelolaan dana kemitraan PT Freeport Indonesia, perjalanan Yeremias membentang dari ruang redaksi hingga panggung komunikasi publik.
Di tengah dinamika pembangunan Mimika, ia memilih tetap bekerja dalam senyap, merangkai komunikasi, menjaga hubungan, dan memastikan satu hal tetap terjaga: suara masyarakat tidak boleh hilang. (*)
Jumlah Pengunjung: 44

15 hours ago
9

















































