HILIRISASI — Head of Corporate Communication MIND ID Pratiwa Dyatmika menyampaikan komitmen MIND ID dalam mempercepat hilirisasi mineral saat sosialisasi Kompetisi Jurnalistik MediaMIND 2026 di Timika, Kamis (3/9/2026). (FOTO: GREN/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id — Holding BUMN Industri Pertambangan, Mining Industry Indonesia (MIND ID), terus mempercepat hilirisasi mineral untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan memperkuat kemandirian industri nasional.
Melalui hilirisasi, Indonesia diarahkan tidak lagi hanya menjadi pemasok bahan mentah, melainkan mampu mengolah sumber daya mineral menjadi produk industri bernilai tambah tinggi.
Salah satu gambaran nilai tambah hilirisasi terlihat pada pengolahan bauksit. Bahan mentah tersebut dapat meningkat nilainya hingga sekitar 10 kali lipat setelah diolah menjadi alumina.
Nilai tambahnya bahkan dapat mencapai sekitar 80 kali lipat apabila alumina diolah lebih lanjut menjadi aluminium.
Head of Corporate Communication MIND ID Pratiwa Dyatmika mengatakan hilirisasi menjadi salah satu mandat utama yang dijalankan holding industri pertambangan tersebut.
“MIND ID mengemban tiga mandat utama, yaitu mengelola cadangan mineral, mempercepat hilirisasi, serta memperkuat kepemimpinan Indonesia di pasar komoditas mineral,” kata Pratiwa saat sosialisasi Kompetisi Jurnalistik MediaMIND 2026 di Ballroom Hotel Horison Diana, Timika, Kamis (3/9/2026).
Sosialisasi MediaMIND 2026 juga digelar di sejumlah kota, antara lain Makassar, Palembang, Medan, Timika, Bogor, Bangka Belitung, dan Jakarta.
MediaMIND 2026 merupakan kompetisi karya jurnalistik yang memasuki tahun kelima. Tahun ini, kompetisi tersebut mengusung tema “Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri”.
MIND ID saat ini membawahi enam perusahaan pertambangan dan industri mineral, yakni PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium, PT Timah Tbk, dan PT Vale Indonesia Tbk.
Keenam perusahaan tersebut memiliki peran dalam rantai pasok berbagai komoditas strategis, mulai dari nikel, emas, tembaga, bauksit, aluminium, timah, hingga batu bara.
Perkuat Rantai Pasok
Untuk memperkuat integrasi rantai pasok mineral, MIND ID mengembangkan sejumlah proyek strategis.
Salah satunya Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) yang dikembangkan PT Borneo Alumina Indonesia di Mempawah, Kalimantan Barat.
Proyek tersebut menjadi bagian dari integrasi rantai pasok bauksit dengan industri aluminium nasional.
Dengan pengembangan industri hilir, bahan mentah tidak lagi berhenti sebagai komoditas ekspor, tetapi dapat diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Hilirisasi juga diarahkan untuk mendukung pembentukan ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) nasional.
Melalui Indonesia Battery Corporation (IBC) dan penguatan pasokan mineral strategis, MIND ID turut mengambil peran dalam pengembangan industri baterai dan manufaktur nasional.
“Komoditas yang menjadi bagian dari rantai pasok tersebut antara lain nikel kadar tinggi untuk kebutuhan baterai, nikel kadar rendah untuk industri stainless steel, aluminium, hingga timah,” ujar Pratiwa.
Dalam kesempatan tersebut, MIND ID juga mendorong jurnalis menghasilkan karya berbasis data dan memiliki kedalaman analisis mengenai pengelolaan sumber daya mineral nasional.
“Karya jurnalistik diharapkan mampu menggambarkan secara utuh bagaimana pengelolaan sumber daya mineral berkontribusi terhadap ketahanan industri, transisi energi, pembangunan daerah, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Dampak Ekonomi
Integrasi rantai pasok dan penguatan hilirisasi turut berdampak terhadap kinerja bisnis MIND ID.
Holding pertambangan tersebut mencatatkan pendapatan Rp159 triliun dan menempati posisi keenam dalam daftar perusahaan terbesar versi Fortune Indonesia.
Sementara kontribusi MIND ID terhadap penerimaan negara mencapai Rp92,56 triliun yang berasal dari pajak, penerimaan negara bukan pajak, serta dividen.
Dari sisi ketenagakerjaan, MIND ID didukung lebih dari 10.000 tenaga kerja langsung dengan pertumbuhan penyerapan tenaga kerja mencapai 11 persen.
Selain pengembangan bisnis, MIND ID juga menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan melalui tiga fokus utama, yakni ekonomi, kesehatan dan pendidikan, serta lingkungan.
Pada sektor ekonomi, MIND ID telah membina lebih dari 1.506 UMKM baru dan memiliki 9.699 UMKM binaan aktif. Sebanyak 113 UMKM di antaranya didorong untuk naik kelas.
Di bidang lingkungan, MIND ID telah melakukan penanaman lebih dari 7,5 juta pohon di lahan seluas sekitar 7.800 hektare.
Menurut Pratiwa, hilirisasi tidak hanya berbicara mengenai peningkatan nilai ekonomi komoditas tambang, tetapi juga penguatan industri nasional, penciptaan lapangan kerja, peningkatan penerimaan negara, dan kedaulatan ekonomi.
“Langkah hilirisasi yang terus didorong MIND ID pada akhirnya adalah bagaimana kekayaan mineral Indonesia dapat diolah di dalam negeri untuk memperkuat industri dan mendukung kedaulatan ekonomi nasional,” pungkasnya. (via)
Jumlah Pengunjung: 132

11 hours ago
1

















































