Datangkan Banyak Tenaga Kerja dari Luar, Pencaker Timika Lakukan Aksi Bisu

5 hours ago 5
AKSI – Para Pencaker yang tergabung dalam APELCAMI saat melakukan aksi di Jalan Budi Utomo, tepatnya di depan Diana Mall, Selasa (12/5/2026). (FOTO: GREN/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Puluhan pencari kerja (Pencaker) di Timika yang tergabung dalam Asosiasi Pencari Kerja Lokal Cartensz Mimika (APELCAMI) melakukan aksi bisu di Jalan Budi Utomo, tepatnya di depan Diana Mall, Distrik Mimika Baru, Mimika-Papua Tengah, Selasa (12/5/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap sulitnya akses masyarakat lokal untuk mendapatkan pekerjaan di PT Freeport Indonesia (PTFI).

Koordinator aksi, Deky Krobo, mengatakan aksi bisu itu mewakili aspirasi sekitar 14 ribu pencari kerja di Kabupaten Mimika yang hingga kini belum memperoleh kesempatan kerja.

“Kami di sini mewakili sekitar 14 ribu pencaker di Timika yang tidak memiliki akses untuk bekerja di PTFI,” katanya.

Menurutnya, sistem penerimaan tenaga kerja yang kini menggunakan mekanisme digital dinilai membatasi akses pencari kerja lokal di Timika.

Selain itu, ia menilai vendor maupun kontraktor yang merekrut tenaga kerja untuk PTFI tidak transparan dalam proses perekrutan dan lebih banyak mendatangkan pekerja dari luar Papua.

“Kami sudah meminta pertanggungjawaban dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten, tetapi mereka tidak punya kekuatan untuk mengangkat persoalan pencaker,” ujarnya.

Deky menjelaskan bahwa pihaknya juga telah meminta dukungan kepada Majelis Rakyat Papua (MRP), khususnya agar dana Otonomi Khusus (Otsus) dapat menjangkau lembaga pelatihan kerja (LPK) di Timika sebagai sarana peningkatan kompetensi pencari kerja lokal.

“Kami di sini bukan hanya bicara soal pencaker OAP, tetapi juga memperjuangkan pencaker yang lahir dan besar di Papua. Jadi kami berjuang untuk seluruh pencaker di Mimika tanpa memandang suku,” ucapnya.

Aksi bisu tersebut bertepatan dengan pelaksanaan Forum Koordinasi Strategis Percepatan Pembangunan Papua yang dihadiri para gubernur dan bupati se-Tanah Papua di Hotel Horison Diana Mimika.

Melalui momentum itu, para pencaker berharap Pemerintah Provinsi Papua Tengah dapat bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Mimika dan PTFI agar pencari kerja lokal mendapat ruang dan kesempatan yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di perusahaan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, massa aksi membawa sejumlah spanduk bertuliskan tuntutan terkait perlindungan hak kerja masyarakat lokal.

Salah satu spanduk bertuliskan:

“Otsus hadir untuk melindungi hak kerja anak daerah Timika. Pastikan perusahaan memberi ruang dan kesempatan bagi potensi lokal.”

Selain itu, massa juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal di Mimika. (via)

Jumlah Pengunjung: 117

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |