Konflik Kwamki Narama: Tokoh Perang Newegalen Ajak Kelompok Dang Berdamai

4 hours ago 5
AJAKAN DAMAI – Tokoh perang kelompok Newegalen, Nerius Newegalen, mengajak kelompok Dang mengakhiri konflik dan bersama-sama mewujudkan perdamaian di Kwamki Narama, saat ditemui di kawasan SP3, Mimika, Jumat (4/9/2026). (FOTO: IST/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Tokoh perang dari kelompok Newegalen, Nerius Newegalen, mengajak kelompok Dang menyelesaikan konflik di Kwamki Narama melalui perdamaian.

Nerius yang juga merupakan Waimum (Kepala Perang) kelompok Newegalen mengatakan, pihaknya telah menerima keputusan keluarga terkait dua pelajar yang menjadi korban dalam konflik tersebut.

Ia menyebut keluarga memilih memakamkan kedua korban sesuai keinginan keluarga dan adat.

“Sebagai Waimum kami sudah terima, dikubur atau dibakar itu sama saja. Itu kami ikut mau keluarga. Tujuan mereka kubur itu karena keluarga mau supaya perang ini selesai,” kata Nerius kepada wartawan di kawasan SP3, Jumat (4/9/2026).

Menurut Nerius, perdamaian membutuhkan penerimaan dari kedua pihak.

Ia berharap kelompok Dang juga dapat menerima kedua korban dan bersama-sama mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari satu tahun dan telah menelan 23 nyawa.

“Kita mau perang ini harus damai, sudah satu tahun lebih,” ujarnya.

Nerius menilai berakhirnya konflik akan memungkinkan masyarakat kembali menjalankan aktivitas secara normal. Pemerintah, sekolah, gereja, dan masyarakat diharapkan dapat beraktivitas tanpa terganggu situasi keamanan.

Ia juga berharap proses perdamaian melibatkan TNI-Polri, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Puncak, serta Pemerintah Kabupaten Mimika.

Tokoh masyarakat Yan Tinal turut menyerukan agar seluruh pihak menghentikan konflik dan kembali bersatu.

Ia mengajak masyarakat mendukung upaya aparat keamanan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

“Hal ini penting agar seluruh lapisan masyarakat mulai dari anak sekolah, pelayanan gereja, petani, pegawai, hingga pemerintahan dapat kembali menjalankan aktivitasnya dengan aman dan tenang tanpa ada rasa takut,” kata Yan.

Sementara itu, tokoh agama Pastor Anton Uamang meminta para pemimpin gereja di Mimika turut mengambil bagian dalam proses perdamaian. Menurut dia, gereja tidak boleh menjauh dari jemaat yang sedang menghadapi konflik.

“Semua tokoh gereja tolong terlibat dalam pengamanan ini. Gereja tidak boleh menghindar dari jemaat, karena jemaat kami yang sedang bertikai di lapangan perang. Sehingga kita harus di tengah-tengah dan mengambil komitmen untuk mendamaikan,” ujarnya.

Ia berharap keterlibatan tokoh agama dapat membantu menciptakan suasana damai sehingga pelayanan gereja dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan aman. (via)

Jumlah Pengunjung: 22

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |