FOTO BERSANA – Kepala BPBD Mimika, Agustina Rahadad dan narasumber foto bersama peserta yang mengikuti Pelatihan Keluarga Tanggap Bencana Alam yang digelar BPBD Mimika di Balai Kampung Limau Asri Barat, Distrik Iwaka, Jumat (4/9/2026). (FOTO: YUDIT/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika menggelar Pelatihan Keluarga Tanggap Bencana Alam di Balai Kampung Limau Asri Barat, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (4/9/2026).
Pelatihan tersebut diikuti sekitar 60 peserta yang merupakan perwakilan warga dari Kampung Iwaka, Limau Asri Barat, dan Limau Asri Timur.
Kegiatan digelar untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Mimika, narasumber dari BPBD Provinsi Papua di Jayapura, BPBD Mimika, Kepala Distrik Iwaka, serta kepala Kampung Iwaka, Limau Asri Barat, dan Limau Asri Timur.
Pelatihan mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan risiko bencana, langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana, serta teknik penyelamatan diri dan keluarga.

Dalam sambutannya, Kepala BPBD Mimika, Agustina Rahadad mengatakan keluarga merupakan unsur penting dalam penanggulangan bencana.
Sebab, keluarga menjadi pihak pertama yang menghadapi kondisi darurat sebelum bantuan dari pemerintah atau pihak lain tiba.
“Keluarga merupakan unsur penting dalam penanggulangan bencana karena menjadi pihak pertama yang menghadapi keadaan darurat sebelum mendapatkan bantuan,” kata Agustina.
Menurut dia, kesiapsiagaan keluarga diperlukan mengingat bencana seperti gempa bumi, banjir, dan tanah longsor tidak dapat dipastikan waktu kejadiannya.
Selain meningkatkan kemampuan menghadapi keadaan darurat, pelatihan tersebut juga bertujuan membangun kemandirian masyarakat serta memperkuat koordinasi antara warga, pemerintah kampung, distrik, dan BPBD.
Agustina meminta peserta mengikuti seluruh materi yang disampaikan narasumber dengan baik agar dapat mengambil tindakan secara cepat dan tepat ketika terjadi bencana.
“Diharapkan peserta mengikuti materi dari narasumber Provinsi Papua dan BPBD dengan saksama, agar mampu bertindak tepat dan cepat saat risiko terjadi,” ujarnya.
Pelatihan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan berbasis keluarga dan masyarakat di Distrik Iwaka.
Peserta juga diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk membentuk keluarga yang mandiri, tangguh, dan sigap menghadapi potensi bencana. (*)
Penulis: Yudith Sanggu
Editor: Maurits SDP
Jumlah Pengunjung: 7

3 hours ago
6

















































