56 Warga Mengungsi Akibat Ledakan di Kompleks Perikanan Biak

16 hours ago 9
KONFERENSI PERS – Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan bersama jajaran TNI, Basarnas, dan tim Jibom menggelar konferensi pers terkait ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Biak Numfor. (FOTO: IST/TIMEX)

BIAK, timikaexpress.id – Sebanyak 56 warga terpaksa mengungsi setelah terjadi ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Minggu (31/5/2026).

Hingga Senin (1/6/2026), tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, dan instansi terkait masih melakukan pencarian korban serta sterilisasi lokasi kejadian yang belum sepenuhnya dinyatakan aman.

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, mengatakan lima korban meninggal dunia telah berhasil dievakuasi dan dimakamkan di TPU Sorido. Sementara tiga korban lainnya masih dalam proses pencarian.

“Pencarian masih difokuskan di area ring 2 yang meliputi wilayah pantai dan perairan sekitar lokasi kejadian. Sedangkan area ring 1 yang menjadi pusat ledakan belum dapat dimasuki karena belum steril,” ujarnya.

Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan tersebut menyebabkan 18 warga mengalami luka-luka. Dua di antaranya masih menjalani perawatan di RSUD Biak.

Data sementara menunjukkan sebanyak 56 warga mengungsi, terdiri dari 43 orang dewasa dan 13 balita.

Pemerintah Kabupaten Biak Numfor telah membentuk tim terpadu yang melibatkan sejumlah OPD untuk menangani kebutuhan para pengungsi, layanan kesehatan, pendidikan, hingga penanganan rumah warga yang terdampak.

Dalam proses penyisiran lokasi, Tim Jibom Brimob Polda Papua menemukan sejumlah material berbahaya berupa dua proyektil serta dua granat.

Satu granat telah dimusnahkan, sedangkan satu lainnya akan dimusnahkan setelah kondisi memungkinkan.

Untuk mempercepat proses identifikasi korban dan penyelidikan penyebab ledakan, tim Jibom akan diperkuat lima personel tambahan.

Selain itu, tim Puslabfor dan DVI Polda Papua dijadwalkan tiba di Biak untuk membantu proses identifikasi 13 serpihan tubuh yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian.

Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area ledakan karena proses sterilisasi masih berlangsung dan terdapat potensi bahaya dari sisa material peledak yang belum dievakuasi.

Operasi pencarian, identifikasi korban, dan pengamanan lokasi akan terus dilakukan hingga seluruh area dinyatakan aman serta seluruh korban berhasil ditemukan. (*)

Penulis: Yudith Sanggu
Editor: Maurits SDP

Jumlah Pengunjung: 8

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |