LAYANI BANTUAN — PELNI Cabang Mimika menyiapkan layanan pengiriman gratis bantuan kemanusiaan menuju NTT melalui Pelabuhan Pomako menggunakan KM Sirimau. (FOTO:IST/PELNI MIMIKA)
MIMIKA, timikaexpress.id — PT PELNI (Persero) Cabang Mimika memberikan pembebasan 100 persen tarif muatan barang bagi masyarakat dan lembaga yang ingin mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketentuan ini merupakan tindak lanjut kebijakan Kementerian Perhubungan dalam mendukung penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.
Kepala PELNI Cabang Timika, Sigit Sujatmoko, mengajak masyarakat, khususnya keluarga besar Flobamora dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), memanfaatkan fasilitas tersebut untuk menyalurkan bantuan ke Flores.
“100 persen free, selama itu adalah bantuan. Silakan dikemas dengan rapi untuk menghindari kerusakan karena ini merupakan bantuan kemanusiaan. Kami akan support,” ujar Sigit.
Ia menjelaskan, masyarakat yang ingin mengirimkan bantuan cukup mengisi formulir yang disediakan PELNI Cabang Timika.
Selanjutnya, bantuan akan diangkut melalui Pelabuhan Pomako menggunakan KM Sirimau menuju NTT.
Menurut Sigit, fasilitas pengiriman gratis tersebut telah dimanfaatkan masyarakat dari sejumlah daerah, seperti Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.
Namun, pemanfaatannya oleh masyarakat Timika masih relatif terbatas.
Menurut dia, bantuan dari masyarakat Timika untuk korban bencana sejauh ini lebih banyak diberikan dalam bentuk uang.
Karena itu, PELNI mengajak masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan berupa barang untuk memanfaatkan fasilitas pengiriman tanpa biaya tersebut.
“Bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan dalam bentuk barang, silakan datang dan berkoordinasi dengan PELNI. Kami siap mendukung,” katanya.
Sigit menegaskan, PELNI berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat di Papua Tengah, termasuk wilayah terdepan, terluar, tertinggal dan perbatasan (T3P), sesuai penugasan pemerintah.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah juga menjadi salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan pelayanan transportasi laut untuk kepentingan kemanusiaan.
Meski demikian, pelayanan tersebut masih menghadapi keterbatasan armada kapal. Penambahan kapal, kata Sigit, membutuhkan proses panjang mulai dari pengadaan, survei hingga pembangunan kapal yang harus memenuhi berbagai ketentuan.
“Alat transportasi kita ini terbatas. Kita belum ada penambahan kapal. Proses pengadaannya, survei dan rancang bangun kapal membutuhkan waktu karena harus sesuai kaidah-kaidah yang berlaku,” jelasnya.
Sementara itu, Sigit memastikan keberangkatan PELNI dari Timika menuju NTT hingga saat ini berjalan normal.
Dengan adanya fasilitas tersebut, masyarakat maupun lembaga yang ingin mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Flores dapat berkoordinasi dengan PELNI Cabang Timika untuk mendapatkan informasi mengenai persyaratan dan mekanisme pengiriman. (via)
Jumlah Pengunjung: 17

2 hours ago
3
















































