TEKAN PENGANGGURAN – Kepala Disnakertrans ESDM Papua Tengah, Frets James Borai, menyampaikan strategi penguatan pelatihan vokasi bagi OAP.
NABIRE, timikaexpress.id — Pemerintah Provinsi Papua Tengah menaruh perhatian serius terhadap tingginya angka pengangguran yang mencapai sekitar 14 ribu orang hingga akhir 2025.
Salah satu solusi utama yang didorong adalah penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi bagi Orang Asli Papua (OAP) agar mampu bersaing di dunia kerja sekaligus membuka lapangan usaha baru.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disnakertrans ESDM) Provinsi Papua Tengah, Frets James Borai di Nabire, Selasa (6/1/2026).
Frets, sapaan akrabnya, menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Tengah, angka pengangguran berpotensi terus meningkat apabila tidak diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia lokal.
Selama ini, Disnakertrans telah menjalankan berbagai program pembinaan melalui pelatihan keterampilan, seperti mekanik, pengelasan, komputer, hingga menjahit berbasis teknologi.
Program tersebut diarahkan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada sektor formal, tetapi juga mampu menciptakan usaha mandiri.
“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan, mereka bisa membuka lapangan kerja baru dan menyerap tenaga kerja lainnya,” ujarnya.
Selain pelatihan, Frets juga menekankan pentingnya peran perusahaan swasta dalam menyerap tenaga kerja lokal.
Perusahaan yang beroperasi di Papua Tengah diharapkan memprioritaskan masyarakat setempat, khususnya OAP, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan pembangunan daerah.
Namun demikian, tantangan masih dihadapi, terutama rendahnya minat tenaga kerja lokal pada sektor tertentu seperti perkebunan kelapa sawit.
Dari ribuan lowongan yang tersedia, jumlah pendaftar dari masyarakat lokal masih sangat terbatas.
Untuk itu, ia mendorong adanya regulasi khusus yang mengatur komposisi tenaga kerja, dengan porsi 80–90 persen tenaga lokal, agar Orang Asli Papua tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri.
Frets juga menegaskan bahwa stabilitas keamanan menjadi faktor krusial dalam menarik investasi.
Kondisi keamanan yang kondusif diyakini akan mendorong masuknya investor dan berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja.
“Ke depan, Pemprov Papua Tengah berkomitmen menyusun kebijakan jangka panjang agar dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang, masyarakat Papua dapat menempati posisi strategis di berbagai sektor pembangunan,” pungkasnya. (*/)
Jumlah Pengunjung: 23

1 day ago
10















































