Pasca Pembakaran Pesawat dan Pembunuhan Pilot, TNI Perkuat Pengamanan Bandara Perintis di Papua

4 hours ago 2
KETERANGAN – Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto memberikan keterangan kepada awak media di Kogabwilhan III Mile 32, Timika, Senin (6/7/2026). TNI akan memperkuat pengamanan di sejumlah bandara perintis di Papua pasca insiden pembakaran pesawat dan pembunuhan pilot PT AMA di Yahukimo. (FOTO: GREN/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – TNI akan memperkuat pengamanan di sejumlah bandara perintis di wilayah pedalaman Papua menyusul insiden pembakaran pesawat dan pembunuhan pilot PT Associated Mission Aviation (AMA), Captain Nicholas F. Goselin (29), yang dilakukan kelompok bersenjata di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Kamis (2/7/2026).

Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, mengatakan hasil evaluasi menunjukkan masih banyak bandara atau airstrip di pedalaman Papua yang belum memiliki pos pengamanan tetap.

Kondisi tersebut dinilai menjadi celah bagi kelompok bersenjata untuk melancarkan aksi kekerasan.

“Ini menjadi celah yang dimanfaatkan OPM untuk melakukan aksi kekerasan, seperti yang sebelumnya terjadi di Alama, Boven Digoel, dan yang terbaru di Yahukimo,” ujarnya usai konferensi pers di Kogabwilhan III Mile 32, Senin (6/7/2026).

Sebagai langkah antisipasi, TNI akan menempatkan personel di sejumlah titik yang selama ini belum memiliki pengamanan. Setiap pos akan diisi sekitar 50 hingga 100 personel satuan tugas (Satgas).

Menurut Lucky, kehadiran aparat tidak hanya bertujuan mengejar pelaku penyerangan, tetapi juga memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya tenaga kesehatan, guru, serta menjamin aktivitas ekonomi dan distribusi kebutuhan pokok di wilayah pedalaman tetap berjalan.

Ia menegaskan operasi pengejaran terhadap pelaku penembakan pilot masih terus berlangsung dengan mengedepankan pendekatan terukur.

“Kami berpegang pada prinsip Salus Populi Suprema Lex Esto atau keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi.

TNI hadir untuk melindungi masyarakat dan hanya akan melakukan tindakan apabila sasaran dipastikan merupakan kombatan,” tegasnya.

Selain itu, TNI juga membuka ruang bagi anggota kelompok bersenjata yang ingin kembali ke pangkuan NKRI melalui jalur damai, sebagaimana ikrar yang baru-baru ini dilakukan di Manokwari. (via)

Jumlah Pengunjung: 41

Read Entire Article
Sumut Bermartabat| Timika Hot | | |