FOTO BERSAMA – Bupati Mimika Johannes Rettob, didampingi Kadinkes Mimika, Godfried Maturbongs, Kepala Bakesbangpol Ronny Marjen, foto bersama Rektor Institut Nani Hasanuddin, Sri Darmawan, dan para sarjana seusai Yudisium Program Studi S1 Keperawatan Jalur Kerja Sama Angkatan Pertama Institut Nani Hasanuddin di Graha Eme Neme Yauware, Jumat (25/04/2026). (Foto: Mega Irianti/TimeX)
MIMIKA, timikaexpress.id — Institut Nani Hasanuddin resmi melepas 66 lulusan Sarjana Keperawatan dalam Yudisium Program Studi S1 Keperawatan Jalur Kerja Sama Angkatan Pertama Periode I Tahun 2026 yang digelar di Graha Eme Neme Yauware, Jumat (25/04/2026).
Rektor Institut Nani Hasanuddin, Sri Darmawan, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut.
Ia menyebut momen ini sebagai tonggak penting dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan di Kabupaten Mimika.
“Hari ini merupakan hari yang penuh makna. Kami datang dari Makassar dengan penuh harapan untuk menabur benih, dan Alhamdulillah hari ini kita telah melihat hasilnya,” ujarnya.
Ia mengenang awal kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mimika sejak 17 Juli 2024.
Saat itu, tantangan di sektor kesehatan, termasuk tingginya angka malaria, menjadi perhatian utama yang mendorong hadirnya program pendidikan ini.
Menurutnya, pesan Bupati Mimika agar putra-putri daerah tidak meninggalkan kampung halaman menjadi komitmen yang terus dijaga dalam pelaksanaan program tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini kita melihat bukti nyata dari amanah tersebut,” tambahnya.
Sri Darmawan juga menyampaikan bahwa Institut Nani Hasanuddin terus meningkatkan kualitas institusi.
Program studi keperawatan saat ini telah meraih akreditasi “Baik Sekali” dan ditargetkan meningkat menjadi “Unggul” dalam waktu dekat.
Selain itu, pihaknya berencana membuka program studi baru, baik jenjang S1 maupun S2, guna menjawab kebutuhan tenaga kesehatan yang semakin meningkat, khususnya di Mimika dan wilayah Papua.
Ia menegaskan bahwa para lulusan diharapkan segera mengikuti uji kompetensi profesi, sehingga dapat terjun sebagai tenaga kesehatan profesional dan memperkuat layanan kesehatan di daerah.
Kepada para lulusan, ia berpesan agar menjaga integritas, tetap rendah hati, serta mengutamakan pengabdian kepada masyarakat.
“Jadilah sarjana yang rendah hati, kembali mengabdi kepada masyarakat, dan teruslah belajar untuk meningkatkan kualitas diri,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengenang almarhum Dunia Wenda sebagai sosok yang telah berjasa dalam dunia pendidikan di Mimika.
Acara yudisium ditutup dengan suasana haru dan penuh harapan, menandai langkah awal para lulusan untuk mengabdi dan berkontribusi bagi peningkatan layanan kesehatan di Mimika. (*)
Penulis : Mega Irianti
Editor : Maurits SDP
Jumlah Pengunjung: 51

23 hours ago
11

















































