LILIN PASKAH – Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA memberkati lilin Paskah dalam perayaan Misa Malam Paskah di Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Sabtu (4/4/2026). (FOTO: GREN/TIMEX)
TIMIKA, timikaexpress.id – Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, menyoroti konflik berkepanjangan di Tanah Papua serta menyerukan pentingnya dialog damai dalam perayaan Misa Malam Paskah 2026 di Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Sabtu (4/4/2026).
Misa Malam Paskah yang diikuti ribuan umat Katolik, berlangsung khidmat sejak pukul 18.00 hingga 21.40 WIT.
Uskup Timika mengawalinya dengan ritus penyalaan lilin Paskah di depan Gereja Katedral.
Dalam homilinya, Uskup Bernardus menegaskan bahwa berbagai konflik yang terjadi di tanah Papua telah menimbulkan penderitaan dan korban jiwa, baik dari kalangan masyarakat sipil maupun aparat.
Menurut dia, konflik tersebut dipicu oleh beragam faktor, mulai dari kepentingan, kesombongan, hingga perebutan kekuasaan.
“Konflik ini telah mengorbankan banyak nyawa, baik orang asli Papua maupun non-Papua, termasuk aparat TNI dan Polri,” ujarnya.
Seruan Dialog
Uskup menekankan bahwa penyelesaian konflik tidak dapat dilakukan melalui kekerasan, melainkan harus ditempuh melalui dialog yang terbuka dan bermartabat.
Ia mengajak semua pihak untuk duduk bersama mencari solusi demi menghentikan siklus kekerasan yang terus berulang.
“Apakah tidak ada dialog? Manusia diberi akal dan hati untuk saling berbicara dan mencari jalan damai?” katanya.
Dalam refleksi Paskah, Uskup Bernardus juga mengingatkan bahwa kebangkitan Kristus harus dimaknai sebagai kemenangan atas dosa dan kejahatan manusia.
Menurutnya, akar dari berbagai persoalan kemanusiaan adalah perilaku manusia yang menyimpang dari kehendak Allah.
“Paskah tidak boleh hanya dirayakan secara seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk mengubah hidup dan membangun persaudaraan,” ujarnya.
Ajakan Perdamaian
Ia pun mengajak seluruh umat untuk menjadikan Paskah sebagai momentum memperkuat nilai-nilai kasih, keadilan, dan persaudaraan.
Menurut dia, perdamaian hanya dapat terwujud jika semua pihak bersedia menahan diri, menghormati sesama, dan mengedepankan dialog.
Jumlah Pengunjung: 42

8 hours ago
8

















































