BASUH KAKI – Uskup Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA membasuh kaki 12 umat dalam perayaan ekaristi Kamis Putih, pada Kamis (2/4/2026) (FOTO:YUDITH/TIMEX)
TIMIKA, timikaexpress.id — Umat Katolik diajak memaknai Ekaristi bukan sekadar ritual, melainkan panggilan untuk memberi diri dan melayani sesama dalam perayaan Kamis Putih di Gereja Katedral Tiga Raja, Kamis (2/4/2026).
Perayaan yang dipimpin Uskup Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, itu menegaskan bahwa Ekaristi merupakan wujud nyata pengorbanan Yesus Kristus yang harus dihidupi dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam khotbahnya, Uskup Bernardus menyampaikan bahwa Perjamuan Kudus berakar dari tradisi Paskah Yahudi sebagai tanda pembebasan, yang kemudian dimaknai baru oleh Yesus melalui perjamuan terakhir.
Roti dan anggur menjadi simbol Tubuh dan Darah Kristus sebagai penebusan umat manusia.
Ia menjelaskan, ekaristi mengandung tiga makna utama, yakni persatuan dengan Kristus, panggilan untuk memberi diri kepada sesama, serta solidaritas terhadap mereka yang menderita dan tertindas.
Namun, ia mengingatkan bahwa semangat pengorbanan kini menghadapi tantangan, seperti gaya hidup instan, orientasi pada kenikmatan duniawi, dan ketergantungan pada teknologi yang mengurangi kepedulian sosial.
“Jangan ekaristi menjadi seremonial semata, tanpa makna dan tanpa tindakan nyata,” tegasnya.
Uskup Bernardus juga menyinggung kondisi sosial, termasuk kasus kekerasan yang masih terjadi di Papua, serta pentingnya menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.
Selain itu, umat diingatkan untuk tidak bersikap seperti Yudas Iskariot yang mengutamakan kepentingan pribadi di atas nilai kemanusiaan.
“Kita mengikuti Kristus bukan untuk mencari kenyamanan, tetapi siap memikul salib, menghadapi tantangan, bahkan penolakan.
Paskah adalah perayaan iman yang mempersatukan,” ujarnya.
Di akhir perayaan, umat diajak meneladani pembasuhan kaki sebagai simbol pelayanan tulus.
Sakramen Tobat juga ditekankan sebagai sarana pemurnian hati, agar pelayanan dilakukan dengan kasih tanpa pamrih.
Perayaan Paskah diharapkan menjadi momentum pembaruan iman untuk meringankan penderitaan sesama serta memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan. (cr-70)
Jumlah Pengunjung: 39

4 hours ago
4

















































