KURSUS – Peserta kursus Bahasa Inggris mengikuti sesi pembelajaran interaktif yang digelar SAPA Foundation di Papua Tengah. Program tersebut berhasil menjangkau 980 siswa di Nabire, Dogiyai, dan Deiyai, melampaui target awal sebanyak 875 peserta.
NABIRE, Timika eXpress – Program kursus Bahasa Inggris hasil kolaborasi SAPA Foundation dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah mencatat capaian menggembirakan.
Dari target awal 875 peserta, program ini berhasil menjangkau 980 siswa SD, SMP, hingga SMA/SMK di Kabupaten Nabire, Dogiyai, dan Deiyai.
Keberhasilan tersebut menunjukkan tingginya antusiasme pelajar, sekolah, dan masyarakat terhadap penguatan kemampuan Bahasa Inggris sebagai bekal menghadapi dunia pendidikan dan persaingan global.
Ketua SAPA Foundation, Christywella Saroy, mengatakan program yang berlangsung selama satu bulan itu tidak hanya melampaui target peserta, tetapi juga memberikan dampak bagi puluhan sekolah di Papua Tengah.
“Dari target awal 875 siswa, kami berhasil menjangkau 980 siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Program ini juga memberikan manfaat bagi 21 sekolah dampingan dan 10 sekolah imbas,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator tingginya kebutuhan terhadap program peningkatan kapasitas Bahasa Inggris di wilayah Papua Tengah.
Karena itu, SAPA Foundation berharap program serupa dapat diperluas dengan durasi pelaksanaan yang lebih panjang, sekitar tiga hingga empat bulan.
“Semakin lama durasi pembelajaran, semakin besar peluang siswa untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris secara signifikan,” katanya.
Program ini diawali dengan kegiatan Capacity Building In-House Training for Tutors and Teachers selama tiga hari yang diikuti 16 tutor dan delapan guru.
Pelatihan tersebut bertujuan membekali para pengajar dengan metode pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan mudah dipahami siswa.
Usai pelatihan, para tutor ditempatkan di sekolah-sekolah sasaran di Kabupaten Nabire, Dogiyai, dan Deiyai untuk melaksanakan kursus di luar jam belajar reguler.
Selama program berlangsung, siswa mengikuti kelas Bahasa Inggris setiap hari dengan durasi tiga hingga empat jam pelajaran per pertemuan selama tiga hingga empat minggu.
ZzMateri yang diberikan meliputi keterampilan berbicara, mendengar, membaca, dan menulis, disertai praktik langsung untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa.
Kepala Seksi Data dan Fasilitasi Pendidikan Disdikbud Papua Tengah, Medelky Anouw, mengatakan program tersebut menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi kebijakan nasional yang akan memperkuat pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah.
“Tahun 2027 pemerintah melalui Kemendikdasmen berencana menjadikan Bahasa Inggris sebagai program wajib sejak tingkat SD. Karena itu, Papua Tengah mulai mempersiapkan siswa sejak sekarang,” ujarnya.
Sebagai bagian dari evaluasi program, SAPA Foundation juga menggelar English Competition di tiga kabupaten tersebut.
Berbagai lomba seperti Spelling Bee, Vocabulary Race, Sentence Building, hingga Picture Talk digelar untuk mengukur perkembangan kemampuan peserta sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris.
Salah satu peserta dari Nabire mengaku merasakan manfaat langsung dari program tersebut.
“Dulu saya takut berbicara bahasa Inggris, sekarang jadi lebih berani karena cara belajarnya menyenangkan dan mudah dipahami,” katanya.
Melalui kolaborasi ini, SAPA Foundation dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap semakin banyak generasi muda Papua yang memiliki keterampilan Bahasa Inggris yang baik sehingga mampu membuka akses lebih luas terhadap pendidikan, informasi, dan peluang di tingkat nasional maupun internasional. (*)
Jumlah Pengunjung: 39

9 hours ago
7
















































